Orang tua harus memperlakukan anak layaknya orang dewasa, mengajarkan anak hukum-hukum Islam, akil baligh dan mengembangkan dalam dirinya sikap takwa dan menjauhkan diri dari hal yang haram.
Mengajarkan kemandirian pada anak. Memberi dorongan kepada anak agar ikut andil melaksanakan tugas-tugas rumah tangga. Mengawasi dan menyibukkan waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat dan mencarikan teman yang baik.
Bagi guru, kasih sayang kepada anak harus dijadikan sebuah landasan dalam mendidik. Dengan kasih sayang dan perhatian yang diberikan guru kepada murid akan membawa dampak positif kepada anak. Anak akan merasa diperhatikan layaknya oleh orang tua sendiri.
Guru harus menyadari bahwa anak merupakan amanah dari Allah SWT. Semua siswa harus diperlakukan seperti anaknya sendiri tanpa dibeda-bedakan. Guru memiliki tanggungjawab penuh atas cara dan proses pendidikan murid di sekolah.
Dalam hal perhatian guru kepada murid di sekolah harus dilakukan dengan proporsional. Tak berlebihan dalam memberikan perhatiannya kepada murid.
Jangan pelit memberikan apresiasi dan tidak mengumbar pujian. Sikap baik ini membangun cara pandang guru yang tepat terhadap sosok anak pintar dan anak nakal. Anak pintar dan nakal bisa jadi sumber cobaan bagi guru.
Mendidik dan memberikan tuntunan merupakan sebaik-baik hadiah bagi anak. Dan sebaik-baik cara mendidik anak adalah proses yang didasari kasih sayang.
Karena itu berarti guru menyadari bahwa dirinya sedang memuliakan nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai Islam dalam mengajar dan mendidik anak. (m)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H