Ratu Kalinyamat, atau yang bernama asli Retna Kencana adalah sosok perempuan yang keberaniannya melampaui batas-batas zamannya, telah meninggalkan jejak penting dalam sejarah Nusantara.Â
Ia adalah simbol kekuatan dan kebijaksanaan seorang pemimpin, yang mampu mengangkat nama Jepara sebagai pusat kejayaan maritim di Pantai Utara Jawa.Â
Selama tiga dekade kepemimpinannya, Ratu Kalinyamat tidak hanya membawa Jepara ke puncak kejayaan, tetapi juga membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin yang tangguh di tengah kerasnya dunia politik dan militer.
Dengan keberanian dan tekad yang membara, Ratu Kalinyamat dua kali memimpin serangan besar terhadap Portugis di Malaka, sebuah kekuatan kolonial yang terkenal tangguh di masanya. Pada tahun 1551, ia memimpin armada besar yang mengepung Malaka selama tiga bulan.Â
Meskipun belum berhasil merebut kota tersebut, serangan ini membuktikan kapasitasnya sebagai laksamana perempuan yang berani dan visioner.Â
Serangan kedua pada tahun 1574 juga menunjukkan determinasi dan kemampuan strategisnya, meskipun akhirnya armada harus ditarik mundur ke Jawa.
Diego de Couto, seorang penulis Portugis, menggambarkan Ratu Kalinyamat sebagai "Rainha de Japara, senhora poderosa e rica" (Ratu Jepara, perempuan kaya dan sangat berkuasa).Â
Sumber-sumber lain bahkan menyebutnya sebagai "De Kraine Dame", yang berarti perempuan pemberani. Gelar-gelar ini adalah pengakuan atas kepemimpinannya yang luar biasa, baik dari sekutu maupun lawan.
Pada masa pemerintahannya, Jepara bukan hanya menjadi pusat pelayaran dan perdagangan terbesar di Pantai Utara Jawa, tetapi juga dikenal sebagai sentra industri galangan kapal yang termasyhur.Â
Kapal Jung, simbol kehebatan maritim Nusantara, menjadi andalan armada laut Ratu Kalinyamat.Â