Mohon tunggu...
Muhammad Zidan Asidiqi
Muhammad Zidan Asidiqi Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Bermain video games dan belajar bahasa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Urgensi Organisasi Mahasiswa dalam Era Digital

27 Agustus 2024   16:38 Diperbarui: 27 Agustus 2024   16:40 25
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, organisasi mahasiswa (ormawa) di Indonesia menghadapi tantangan dan peluang yang signifikan. Era digital tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga mempengaruhi bagaimana mahasiswa berorganisasi, belajar, dan berkontribusi pada masyarakat. Dalam konteks ini, urgensi keberadaan dan penguatan ormawa menjadi semakin relevan dan mendesak.

1. Pengembangan Soft Skills di Era Digital

Pertama, ormawa memiliki peran penting sebagai wadah pengembangan soft skills yang sangat dibutuhkan di era digital. Kemampuan seperti kepemimpinan, manajemen waktu, kerja sama tim, dan komunikasi efektif adalah kompetensi yang sulit diperoleh hanya melalui kegiatan akademik di kelas. Di era di mana pekerjaan semakin fleksibel dan interaktif, mahasiswa yang aktif dalam organisasi akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Melalui berbagai kegiatan dan program yang diinisiasi oleh ormawa, mahasiswa dapat belajar mengelola proyek, memecahkan masalah secara kolektif, dan beradaptasi dengan dinamika yang cepat berubah, yang merupakan esensi dari era digital.

2. Katalisator Perubahan Sosial

Kedua, ormawa juga berfungsi sebagai katalisator bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam perubahan sosial yang positif. Di era digital, di mana akses informasi sangat cepat dan luas, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menginisiasi gerakan-gerakan sosial yang berdampak. Ormawa dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan kampanye, advokasi, dan kegiatan sosial mereka. Melalui media sosial, blog, dan platform digital lainnya, ormawa dapat mengedukasi publik, menyuarakan isu-isu penting, dan membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa ormawa tidak hanya berperan di dalam kampus, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan di tingkat lokal, nasional, bahkan global.

3. Memperkuat Solidaritas Mahasiswa

Ketiga, ormawa memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat solidaritas di antara mahasiswa. Meskipun era digital memudahkan komunikasi, interaksi tatap muka dan rasa kebersamaan sering kali tergerus oleh individualisme yang ditumbuhkan oleh teknologi. Ormawa menjadi tempat di mana mahasiswa dapat berkumpul, berbagi ide, dan bekerja sama secara langsung. Ini penting untuk membangun ikatan sosial yang kuat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dalam kegiatan kampus. Solidaritas ini juga penting dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul di era digital, seperti isu kesehatan mental, yang semakin mengemuka di kalangan mahasiswa.

4. Tantangan dalam Adaptasi Digital

Namun, di tengah urgensi ini, ormawa juga menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah adaptasi terhadap teknologi digital itu sendiri. Banyak organisasi mahasiswa yang masih bergantung pada metode konvensional dalam mengelola kegiatan dan komunikasi, yang sering kali kurang efektif di era digital. Oleh karena itu, penting bagi ormawa untuk segera mengintegrasikan teknologi digital dalam operasional mereka. Penggunaan platform kolaborasi digital, manajemen media sosial yang efektif, serta pemanfaatan big data untuk memahami kebutuhan dan aspirasi anggotanya adalah beberapa langkah yang perlu diambil.

5. Meningkatkan Inklusivitas dan Adaptabilitas

Selain itu, ormawa juga harus lebih inklusif dan adaptif dalam menarik partisipasi mahasiswa. Era digital memberikan peluang bagi ormawa untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa melalui berbagai saluran komunikasi digital. Penggunaan webinar, podcast, dan diskusi daring dapat menjadi alternatif untuk menjangkau mahasiswa yang mungkin sulit hadir secara fisik. Dengan demikian, ormawa dapat tetap relevan dan menarik bagi mahasiswa di tengah gaya hidup digital yang semakin dinamis.

Kesimpulan

Urgensi organisasi mahasiswa dalam era digital tidak dapat diabaikan. Ormawa bukan hanya tempat untuk belajar dan berorganisasi, tetapi juga menjadi platform penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, berkontribusi pada masyarakat, dan menjaga solidaritas di tengah tantangan era digital. Dengan mengadopsi teknologi digital dan tetap berpegang pada nilai-nilai dasar organisasi, ormawa dapat menjadi agen perubahan yang efektif dan relevan di masa depan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun