Tinggal menghitung hari, Ramadan akan berakhir dan hari raya idul fitri pun segera tiba. Kebiasaan bagi para perantau adalah, pulang kampung atau mudik ke kampung halaman.
Gegara pandemi belum juga usai, harapan pulang kampung  menjadi sirna. Menjadi sebuah kesedihan yang terdalam bagi semua. Sejatinya, lebaran adalah sebagai momen untuk berkumpul bersama. Bercerita, berbagi pengalaman, saling menyapa hingga menjadi momen bersilaturahmi.
Saya masih beruntung masih diberi kesempatan untuk pulang ke kampung. Karena saya merantau tidak terlalu jauh dari kampung halaman. Masih dalam satu Provinsi yang sama, cuma berbeda Kabupaten saja.
Namun, sampai hari ini saya juga masih belum bisa pulang. Mungkin H-1 lebaran, atau tepat pada hari lebaran tiba. Dikarenakan masih harus bekerja, dan ada beberapa keperluan lainnya.
Makanya menyanggupi tema yang diberikan kompasiana hari ini tentang surat untuk sanak saudara di kampung halaman. Saya juga akan ikut mengirim surat.
AssalamualaikumÂ
Apa kabarnya Mak dan semuanya ?
Sehat-sehat saja kan ? tidak sakit lagi kan, Mak ?
Ayah apa kabarnya ? Sehat-sehat juga kan ?
Alhamdulillah jika semuanya sehat-sehat saja.
Maaf anakmu belum bisa pulang ke kampung. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mak dan ayah pasti khawatir. Lantaran larangan mudik yang belum masih jelas aturannya. Antara bisa atau tidak anakmu ini pulang ke kampung.
Tapi Mak dan ayah tenang saja. Kemungkinan besar anakmu bisa pulang kok. Soalnya kemarin Pemprov Aceh sempat mengeluarkan aturan, jika kampung kita masuk menjadi salah satu daerah yang boleh untuk mudik. Mak dan ayah doakan ya, semoga aturannya tidak lagi berubah.
Mak dan ayah tidak perlu sedih. Kan sudah ada abang, kakak, dan adik di rumah. Jadi sesekali jika anakmu tidak pulang, kan tidak apa-apa. Hehe
Tapi, anakmu ini pasti pulang kok. Soalnya anakmu ini rindu dengan kue khas lebaran di rumah kita. Ada timphan yang Mak buat di malam hari raya. Ada juga nasi guri untuk disantap sebelum ke masjid untuk salat ied. Anakmu ini rindu itu semuanya.Â
Belum lagi saat kita bersilaturahmi ke rumah saudara. Berangkatnya pasti selalu barengan kan. Ke rumah keluarga ayah, keluarga besar Mak. Ada juga, lontong khas Nyakwa, kakaknya Mak. Lebaran kali ini, pasti bakal dimasak juga kan ? hihi
Mak dan ayah tenang saja. Anakmu ini sekarang sudah mandiri, tidak perlu khawatir lagi. Asal nanti jangan terus-terusan ditanya, calon menantu kapan dibawa ke rumah. Masih lama soalnya.Â
Terakhir, mak dan ayah, anakmu cuma mau sampaikan, tunggu anakmu pulang ya.
Dari Anakmu Disini.
Untuk sahabat K semuanya. Yang belum bisa pulang ke kampung halaman. Jangan bersedih ya. Ini cara Tuhan menguji kita semuanya. Dimanapun kita berada, meski tidak berada di samping kedua orangtua. Ingat, selalu doakan mereka. Semoga, pandemi dan semua cobaan ini cepat berakhir ya. Karena mau sekuat apapun kita menahan, saya yakin pasti suatu saat rindu berkumpul dengan keluarga tidak akan lagi tertahankan.
Sekian
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI