Mohon tunggu...
Muhammad Hisyam Luqman
Muhammad Hisyam Luqman Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - pelajar sma

hobi nonton film

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Tak Membaca Takkan Temukan Jendela Dunia

10 Februari 2023   11:12 Diperbarui: 10 Februari 2023   11:12 162
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Literasi adalah istilah umum yang mengacu pada keterampilan dan seperangkat kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah tertentu untuk kehidupan sehari-hari. Lebih singkatnya literasi adalah suatu kemampuan untuk memahami informasi yang dibaca, ditulis atau diperoleh. Jika dilihat dari pengertian diatas bisa dikatakan bahwa literasi sama dengan membaca.

Sedangkan membaca merupakan suatu kegiatan atau proses dalam menemukan informasi

-informasi dalam sebuah tulisan sebagai pengetahuan. Membaca merupakan kegiatan yang

dilakukan seseorang untuk memahami isi atau memahami makna dari tulisan yang dibacanya

sehingga dapat dicerna oleh dirinya sendiri sesuai dengan bahasa yang mereka pahami. Dengan

begitu membaca dapat menambah pengetahuan kita.

Pada kali ini, yang akan dibahas bukanlah apa itu literasi atau membaca. Melainkan akan membahas apa itu minat baca?. Minat baca adalah suatu ketertarikan untuk membaca, dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Dengan adanya minat baca dapat mendorong seseorang untuk giat memperluas pengetahuannya. Akan tetapi Minat baca masyarakat Indonesia tergolong masih sangat rendah.

Tinggi rendahnya minat membaca siswa secara langsung akan menentukan minat membaca masyarakat sebagai stake holder sekolah itu sendiri. Mengapa kita dapat menyimpulkan hal seperti itu? Tentu saja bisa itu karena para pelajar nantinya akan menjadi warga Indonesia juga, oleh karena itu para pelajarlah yang menjadi tolak ukur minat baca warga Indonesia. Inilah fakta bahwa budaya membaca itu memang belum juga ada.

Untuk melihat bahwa kurangnya minat membaca siswa di sekolah dapat dengan mudah diukur dari daftar kunjungan siswa ke perpustakaan sekolah itu sendiri. Inilah yang mengkhawatirkan, Selama ini terbukti bahwa kunjungan atau kehadiran siswa di perpustakaan sekolah pada umumnya sangat rendah. Rata-rata jumlah siswa di perpustakaan sekolah relatif sedikit.

Hal ini terutama berlaku untuk sekolah yang terletak jauh dari perkotaan. Perpustakaan masih bukan tempat yang menyenangkan. Pengunjungnya masih sangat sedikit. Saat ini ada kecenderungan untuk lebih banyak menggunakan gadget karena saat ini gadget sudah menjadi kebutuhan primer setiap orang. Oleh karena itu, minat masyarakat untuk membaca buku di perpustakaan mengalami penurunan.

Tidak mudah mewujudkan keinginan untuk meningkatkan minat baca di kalangan peserta didik di sekolah. Saya setuju bahwa rendahnya minat baca suatu bangsa tercermin dari rendahnya minat baca masyarakat. Dan rendahnya minat baca masyarakat dapat diukur dan dilihat dari seberapa besar minat baca para peserta didik di sekolah. Oleh karena itu peserta didik menjadi tolak ukur rendahnya minat baca suatu bangsa.

Literasi Indonesia berdasarkan data UNESCO, berada di urutan kedua dari bawah. Tingkat membaca siswa Indonesia unrutan ke-57 dari 65 negara,menurut (PISA, 2010). Minat baca bangsa Indonesia saat ini sangat rendah. Rendah nya minat baca masyarakat dapat diukur dan dilihat dari tingkat minat baca siswa disekolah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin mebaca.

Jika kita perhatikan dan amati bahwa minat baca siswa merupakan tolak ukur minat baca masyarakat Indonesia. Kami juga menemukan banyak alasan mengapa kurangnya minat membaca siswa disebabkan oleh kurangnya ketersediaan buku di perpustakaan dan ruang baca belum memfasilitasi. Selain itu, teknologi yang terlalu canggih bagi orang untuk hanya memilih gadget daripada membaca buku,

Membaca merupakan salah satu cara bagi siswa untuk memperoleh tingkat pengetahuan yang lebih baik sehingga prestasinya juga meningkat. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan minat baca siswa, misalnya dengan menawarkan berbagai buku yang cocok dan menciptakan suasana yang menarik dan menyenangkan. Dan gunakan teknologi sebagai alat untuk membaca.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun