Penelitian oleh Hasnul (2015) yang meneliti pengaruh pengeluaran pemerintah pada pertumbuhan ekonomi di Malaysia pada 45 tahun terakhir, menyatakan bahwa di Malaysia, pengeluaran pemerintah merupakan instrumen fiskal penting yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengeluaran operasional dan pengeluaran pengembangan. Pengeluaran operasional merupakan pengeluaran yang berulang, seperti tunjangan pensiun, gaji pegawai, hibah kepada daerah, dan pembelian aset. Sementara itu, pengeluaran pengembangan adalah anggaran yang disetujui untuk melaksanakan proyek pengembangan dalam rencana lima tahunan Malaysia. Pengeluaran biasanya berjumlah besar serta tidak berulang, dan bersifat lebih kepada investasi dibandingkan konsumsi. Maka pengeluaran ini membutuhkan modal yang besar, memberikan manfaat jangka panjang serta membutuhkan pengawasan dan pemeliharaan. Contoh pengeluaran ini adalah konstruksi jalan, sekolah, perkantoran, rumah sakit, klinik, dan kantor polisi.
Lebih lanjut, penelitian ini menghasilkan kondisi dari enam kategori pengeluaran pemerintah berupa perumahan (housing), pendidikan, pertahanan, layanan kesehatan, operasi, dan juga pengeluaran pengembangan, secara umum pengeluaran pemerintah yang berjumlah besar akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang kecil. Lebih lanjut, ditemukan kondisi pengeluaran dalam kategori perumahan dan pengeluaran pembangunan secara signifikan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang kecil, sementara pengeluaran sektor pendidikan, pertahanan, dan layanan kesehatan tidak secara signifikan berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, hasil ini menunjukkan pertumbuhan PDB disebabkan oleh pengeluaran pemerintah yang jumlahnya lebih kecil.
Penelitian lain oleh Sinulingga (2015) menunjukan bahwa alokasi pengeluaran pemerintah dalam APBN tahun 2013 masih didominasi oleh belanja pegawai berupa pembayaran gaji dan honor ASN, disusul dengan belanja modal di posisi kedua serta belanja barang dan jasa sebagai pengeluaran terbesar ketiga. Lebih lanjut, senada dengan hasil penelitian lain sebelumnya, penelitian ini menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah yang diwakili oleh pengeluaran pemerintah untuk pembentukan modal, memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan melakukan investasi pada infratruktur publik, seperti rumah sakit, sekolah, membangun jalan dan jembatan. Pengeluaran ini akan meningkatkan produktivitas individu serta menekan biaya transaksi jika belanja dialokasikan secara efisien.
Berdasarkan studi kasus dan hasil penelitian-penelitian sebelumnya tentang steady-state economy, pertumbuhan ekonomi, dan pengeluaran pemerintah, dapat disimpulkan secara umum bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan naiknya nilai PDB maupun PDRB per kapita sebagai salah satu indikator terciptanya steady-state economy. Meskipun demikian, tidak semua pengerluaran pemerintah berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemerintah sebagai regulator perlu mengidentifikasi sektor mana saja dari pengeluaran pemerintah yang memiliki dampak positif dan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H