Mohon tunggu...
LPPM STIE BII
LPPM STIE BII Mohon Tunggu... Dosen - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Disini adalah tempat, dimana pemikiran inovatif dan pengembangan ilmu pengetahuan bertemu untuk menciptakan masa depan yang cemerlang. Kami berkomitmen untuk membagikan berita kegiatan, artikel ilmiah, dan tulisan inspiratif yang relevan dengan Bidang Manajemen dan Akuntansi. Sejalan dengan kata-kata Albert Einstein, "Pendidikan bukanlah belajar fakta, tetapi melatih pikiran untuk berpikir", kami percaya bahwa setiap tulisan adalah undangan untuk berpikir lebih dalam dan berkembang. Bergabunglah dengan komunitas kami dan temukan bagaimana pendidikan dapat membuka jalan baru menuju keberhasilan.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Integrasi Sistem Akuntansi Terotomatisasi untuk UMKM dan Pengelolaan Pajak di Indonesia?!

29 Oktober 2024   14:38 Diperbarui: 29 Oktober 2024   14:46 84
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: LPPM STIE BII (Dr. H. Dani Ramdan, M.T, Pj. Bupati Bekasi dan R. Hendri Darusman, MBA, Ketua YPPN)

Oleh. LPPM STIE BII

Integrasi sistem akuntansi terotomatisasi menjadi pondasi penting dalam memperkuat efisiensi operasional UMKM di Indonesia, terutama di era digitalisasi saat ini. Sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, UMKM dihadapkan pada tantangan besar dalam hal pengelolaan keuangan dan kepatuhan perpajakan. Penggunaan sistem akuntansi terotomatisasi dapat memberikan solusi efektif untuk menyederhanakan proses finansial yang kompleks dan meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing dan omset UMKM.

Sistem akuntansi terotomatisasi memungkinkan pelaku UMKM untuk mencatat transaksi secara real-time dan memantau kesehatan keuangan bisnis mereka dengan lebih akurat. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi peluang kesalahan manusia, tetapi juga memudahkan pelaku usaha dalam mengambil keputusan bisnis yang berbasis data. Hal ini krusial dalam lingkungan bisnis yang serba cepat dan kompetitif, di mana ketepatan dalam pengambilan keputusan dapat menentukan kelangsungan usaha.

Namun, implementasi teknologi ini sering kali dihadapkan pada tantangan keterbatasan sumber daya dan pengetahuan teknologi di kalangan UMKM. Oleh karena itu, upaya pendidikan dan pelatihan menjadi penting agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan perangkat akuntansi terotomatisasi secara maksimal. Di sinilah peran institusi pendidikan seperti STIE Bisnis Internasional Indonesia (BII) Bekasi yang dapat memberikan kontribusi berarti dengan menyelenggarakan kuliah umum bertema "Digitalisasi dalam Bisnis."

Sumber gambar: LPPM STIE BII (Candra Dwi Hardiana, S.Sos, M.M, Kaprodi Manajemen dan  Garnis Mulya, S.E., M.Ak., dosen STIE BII Bekasi)
Sumber gambar: LPPM STIE BII (Candra Dwi Hardiana, S.Sos, M.M, Kaprodi Manajemen dan  Garnis Mulya, S.E., M.Ak., dosen STIE BII Bekasi)

Pada 26 Oktober 2024, STIE BII Bekasi mengadakan kuliah umum yang diorganisir oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen (Himama) dan Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi (Himasi), yang menghadirkan pembicara dari berbagai bidang untuk membahas strategi peningkatan daya saing UMKM melalui digitalisasi. Acara ini menjadi platform bertukar informasi dan pengetahuan antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi bisnis untuk membuka wawasan baru mengenai implementasi teknologi digital dalam bisnis.

Salah satu pembicara, Dr. H. Dani Ramdan, M.T., yang menjabat sebagai Pj. Bupati Bekasi dari 2022 hingga 2024, membahas strategi peningkatan daya saing UMKM melalui digitalisasi serta peran kepala daerah dalam mendukung industri 4.0. Beliau menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam hal fasilitas dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan UMKM berbasis teknologi, termasuk dalam hal penyediaan akses internet dan pelatihan terkait digitalisasi.

Sementara itu, Irman Syarif Hidayat, S.M., dari Asosiasi Digital Marketing Indonesia, mengulas pentingnya digital marketing sebagai bagian integral dari strategi bisnis UMKM. Penggunaan media digital sebagai alat pemasaran sangat penting untuk meningkatkan jangkauan pasar dan omset. Dengan pemahaman yang baik tentang digital marketing, UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform online untuk menjangkau lebih banyak konsumen tanpa terbatas oleh geografis.

Sumber gambar: LPPM STIE BII (Candra Dwi Hardiana, S.Sos, M.M, Kaprodi Manajemen memberikan Sertifikat pada Garnis Mulya, S.E., M.Ak., dosen STIE BII)
Sumber gambar: LPPM STIE BII (Candra Dwi Hardiana, S.Sos, M.M, Kaprodi Manajemen memberikan Sertifikat pada Garnis Mulya, S.E., M.Ak., dosen STIE BII)

Garnis Mulya, S.E., M.Ak., dosen STIE BII, membahas tentang perpajakan digital dan bagaimana sistem akuntansi terotomatisasi dapat membantu UMKM dalam mengelola kewajiban pajak mereka. Dengan sistem ini, pencatatan pajak menjadi lebih mudah dan risiko ketidakpatuhan pajak dapat diminimalkan. Ini sangat penting di Indonesia di mana regulasi perpajakan terus berkembang dan menuntut ketelitian tinggi dalam pengelolaannya.

Melalui kolaborasi antara pendidikan dan praktik industri, UMKM dapat lebih siap dalam mengaplikasikan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan usaha mereka. Kesadaran dan pemahaman tentang digitalisasi ini perlu ditanamkan sejak dini agar pelaku bisnis dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat. Dengan demikian, UMKM tidak hanya dapat bertahan tetapi juga berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Sistem akuntansi terotomatisasi selain memberi keuntungan dalam hal akurasi dan efisiensi, juga menawarkan transparansi yang lebih besar dalam operasional bisnis. Hal ini penting dalam membangun kepercayaan dengan mitra bisnis dan investor potensial. Dengan transparansi yang lebih baik, UMKM dapat lebih mudah mendapatkan akses permodalan yang lebih luas, yang merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan usaha kecil.

Sumber gambar: LPPM STIE BII (Candra Dwi Hardiana, S.Sos, M.M, Kaprodi Manajemen  dan Irman Syarif Hidayat, S.M., Asosiasi Digital Marketing Indo)
Sumber gambar: LPPM STIE BII (Candra Dwi Hardiana, S.Sos, M.M, Kaprodi Manajemen  dan Irman Syarif Hidayat, S.M., Asosiasi Digital Marketing Indo)

Selain itu, adopsi teknologi digital membantu UMKM dalam mengurangi biaya operasional. Sistem terotomatisasi mengurangi kebutuhan untuk tenaga kerja administratif yang berlebih, memungkinkan fokus yang lebih besar pada aspek penjualan dan pengembangan produk. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan profitabilitas jangka panjang dan stabilitas finansial usaha.

Di sisi lain, peningkatan kemampuan digital juga membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke pasar global. Dengan pencatatan dan pelaporan keuangan yang baik dan sesuai standar, UMKM dapat lebih mudah menjalin kemitraan strategis di level internasional. Ini berarti, usaha kecil tidak lagi terkungkung pada pasar lokal, melainkan dapat mengeksplorasi peluang yang lebih luas di dunia global yang terdigitalisasi.

Kuliah umum di STIE BII Bekasi menjadi langkah penting dalam memfasilitasi transformasi pengetahuan ini, mendorong kolaborasi antara akademisi, pemimpin daerah, dan pelaku bisnis. Langkah-langkah seperti ini penting untuk mengintegrasikan wawasan praktis dengan teori akademis, memberikan solusi konkret untuk tantangan yang dihadapi UMKM.

Bagi mahasiswa yang terlibat, acara ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami praktik bisnis nyata dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja. Pemahaman mendalam tentang digitalisasi dan implementasinya dalam operasional bisnis membuka peluang pekerjaan di berbagai sektor terkait teknologi dan bisnis.

Sebagai kesimpulan, integrasi sistem akuntansi terotomatisasi menawarkan potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM di Indonesia. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, institusi pendidikan, dan asosiasi industri, UMKM dapat memanfaatkan momentum digitalisasi untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Keselarasan antara teknologi dan strategi bisnis akan menjadi kunci dalam menavigasi perubahan zaman ini. Dengan demikian, di masa depan, UMKM Indonesia tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga menjadi pilar utama dalam perekonomian digital yang semakin berkembang !? Wallahu A'lamu Bishshawwab.

Bekasi, 29 Oktober 2024.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun