Mohon tunggu...
Muhammad Nurfazri
Muhammad Nurfazri Mohon Tunggu... Penulis - Educator

Education, Social, Conversation Analyst

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Perbedaan Entrepreneurship dan Entrepreneur

11 Mei 2022   11:31 Diperbarui: 11 Mei 2022   12:13 721
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Entrepreneurship dan Entrepreneur (Dokpri)

Entrepreneurship dan Entrepreneur

Mungkin istilah kewirausahaan tidak asing dikalangan masyarakat. Berbagai persepsi masyarakat terhadap kewirausahaan kerap diindentifikasi sebagai bentuk upaya seseorang dalam menjalankan bisnis. Namun tidak demikian, istilah kewirausahaan adalah sebuah konsepan atau bahan dasar yang harus dimiliki oleh individu yang ingin terjun ke dunia usaha. 

Maka dari itu, stigma khalayak umum terhadap kewirausahaan seharusnya diperbaiki. Agar, konsepan dalam dunia usaha benar-benar bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya yang berdasarkan dari acuan atau teori tentang usaha. Lantas apakah kewirausahaan itu?

Entrepreneurship berasal dari Bahasa Perancis, terdapat kata entreprendre memiliki arti melakukan (to under take), dalam makna yang membuat rancangan keorganisiran serta mengatur(Antoni, 2014).

Dalam sejarah kewirausahaan, pertama kali dikenalkan oleh Richard Cantillon melalui tulisannya "Essai Sur la Nature du Commerce en General" pada tahun 1755(Bula et al., 2014).Pada zaman itu, entreprenuer digunakan sebagai ungkapan kepada orang-orang yang melakukan pembelian barang dari berbagai daerah, dan kemudian dijual kembali dengan harga yang tidak menentu(Suryana & Bayu, 2013).

Dalam beberapa pendapat menurut para ahli terhadap kewirausahaan sebagai berikut. Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah sebuah proses yang melibatkan individu atau organisasi berupaya untuk mengkoordinisir dan perantara untuk menemukan peluang serta membuat nilai menjadi tumbuh demi memperoleh tujuan dengan cara menemukan inovasi serta pembeda tanpa melihat sumber daya yang digunakan(Robbins & Coulter, 2012).

Lalu ditambahkan oleh Siswoyo (2009) mendefenisikan entrepreneurship sebagai langkah kreativitas dan inovasi yang beresiko terhadap penambahan nilai dari produk yang dihasilkan untuk memberikan kegunaan dikalangan publik sekaligus mengubah taraf kehidupan seorang wirausahawan. 

Tidak lepas dari sosok Suryana dan Bayu (2013) memberikan penjelasan entrepreneurship adalah proses inovasi dan kreativitas dalam menemukan solusi dan peluang dari masalah individu dalam kehidupan yang sehari-hari dilakukan. 

Kemudian ada pandangan lainnya yaitu Kasmir. Menurutnya, Entrepreneur yaitu kemampuan individu dalam membentuk sesuatu hal baru yang tidak ada pada waktu kebelakang, atau membuat gagasan yang berbeda dengan yang lain(Kasmir, 2013). 

Sehingga dapat disimpulkan, entrepreneurship adalah upaya pencarian kreativitas dan inovasi yang dijadikan sebagai alat untuk memecahkan masalah dan menemukan peluang yang dapat dijadikan sebagai nilai tambahan bagi produk yang dihasilkan dari upaya atau usaha seorang wirausahawan yang berguna untuk menaikkan kehidupan.

Dari defenisi diatas, perlu diperhatikan terdapat kata kreativitas dan inovasi. Kretivitas adalah keahlian dalam menemukan ide-ide yang baru dengan melakukan kombinasi dan rekontruksi nilai ide yang sudah ada(Okpara, 2007). Sedangkan inovasi adalah cara untuk merelasasikan temauan ide sehingga bisa menghasilkan produk baru dari hasil proses yang baik dan yang akan dikenalkan(Rutherford, 2007).

Berbeda dengan entrepreneur, merupakan seseorang yang menjadi pelaku dari bidang usaha. Jika entrepreneurship diidentifikasi sebagai bentuk proses atau rancangan dalam usaha, maka entrepreneur dijadikan sebagai bentuk action dari rancangan tersebut. 

Seorang ahli ekonomi dari Austria, Schumpeter (2000) Ia menjelaskan istilah entrepreneur merupakan individu yang bisa merubah sistem ekonomi, melaksanakan hasil dari ide baru dengan tindakan yang menghasilkan inovasi yang berhasil. 

Menurutnya, inovasi-inovasi tersebut bisa berupa; a) Produk baru (barang atau jasa); b) Manajemen baru; c) Membuat proses produksi yang baru; d) Menggunakan alat serta kebutuhan dasar yang baru.

Sebagai nilai tambah dari seorang yang ingin menjadi penggiat dunia usaha. Individu harus mengetahui tentang kriteria dari entrepreneur itu sendiri. Dalam penjelasan terkait entrepreneurship merupakan sebuah proses seorang entrepreneur dalam mengembangkan usaha serta menghasilkan produk yang bagus. Maka, proses-proses tersebut bisa di implementasikan dengan karateristik entrepreneur.

Menurut Winardi (2003) membagi karateristik entrepreneur menjadi 8, yakni:

a. Desire for responsibility, yaitu sikap tanggung jawab terhadap usaha yang sudah dimulai. Artinya, individu akan memiliki rasa kepedulian lebih untuk menjalankan usaha yang sudah dilakukan dan selalu berusaha mawas diri.

b. Preference for moderate risk, yaitu pemilihan resiko tingkat moderat, dalam pemaknaan individu yang berani untuk mengambil resiko selama peluang yang masih ada agar keberhasilan dalam mencapai target lebih efisien.

c. Confidence in their ability to success, yaitu individu yang memiliki sifat kepercayaan diri terhadap peluang dalam memperoleh kesuksesan.

d. Desire for immediate feedback, yaitu usaha dalam memenuhi umpan balik dengan waktu yang cepat. Artinya, individu akan merasa bahwasannya setiap apa yang sudah dilakukan akan memberikan atau diberikan sebuah umpan balik, yang mana hal itu akan bisa terlihat sistem proses serta tahapan yang jelas.

e. High level of energy, yaitu sikap untuk selalu semangat dan kerja keras serta pantang menyerah untuk mencapai keinginan agar bisa meraih masa depan yang cemerlang.

f. Future orientation, yaitu berorientasi dan memiliki perspektif serta padangan yang jauh kedepan.

g. Skill at organizing, yaitu sebuah keterampilan dalam membuat struktur keorganisasian dalam upaya menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang ada.

Gimana nih sobat kompasiana, begitulah penjelasan dari Entrepreneurship dan Entrepreneur. Jadi, kalian jangan salah pengertian lagi ya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun