Dalam laporan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di daerah sekitar pertambangan emas di Luwu pada 2022 mengalami peningkatan hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini didukung oleh laporan RSUD Palopo, yang mencatat peningkatan jumlah pasien ISPA di klinik paru mereka, dari 150 kasus pada 2021 menjadi 195 kasus pada 2022.
- Kasus ISPA di Luwu (2021): 150 kasus
- Kasus ISPA di Luwu (2022): 195 kasus
Kurangnya Fasilitas Kesehatan
Meskipun efek negatif tambang terhadap kesehatan jelas, akses masyarakat sekitar tambang terhadap fasilitas kesehatan sering kali terbatas. Wilayah-wilayah terpencil di Sulawesi sering kali tidak memiliki layanan kesehatan yang memadai, sehingga penduduk yang terdampak oleh pencemaran atau kecelakaan kerja di tambang sulit mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Solusi dan Tindakan Preventif
Untuk mengurangi dampak negatif tambang terhadap kesehatan masyarakat di Sulawesi, diperlukan kerja sama antara pemerintah, perusahaan tambang, dan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
- Peningkatan regulasi dan pengawasan: Pemerintah harus memperketat regulasi terhadap perusahaan tambang, terutama dalam hal pengelolaan limbah dan emisi polusi.
- Pemantauan kualitas lingkungan: Perlu ada pemantauan rutin terhadap kualitas air dan udara di sekitar tambang untuk mendeteksi pencemaran sejak dini.
- Edukasi masyarakat: Masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai bahaya kesehatan dari aktivitas tambang dan bagaimana cara melindungi diri mereka sendiri.
- Peningkatan fasilitas kesehatan: Pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah tambang sangat penting untuk memberikan akses pengobatan cepat bagi penduduk yang terkena dampak.
Kesimpulan
Industri tambang di Sulawesi, meskipun memberikan manfaat ekonomi, juga memiliki risiko besar bagi kesehatan masyarakat. Polusi air dan udara, dampak psikososial, serta penyebaran penyakit menjadi beberapa tantangan utama yang perlu dihadapi. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, pemantauan lingkungan yang intensif, serta peningkatan layanan kesehatan, diharapkan dampak negatif ini bisa diminimalisir dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI