Mohon tunggu...
Pakde Amin
Pakde Amin Mohon Tunggu... Penulis - Perjalanan Dalam Mencari Harmonisasi Kehidupan Diri

Belajar menikmati dan memaknai kehidupan melalui kata-kata

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Humor Sufi: Teori Kecenderungan

11 Desember 2021   21:43 Diperbarui: 11 Desember 2021   21:48 639
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mungkin tidak ada yang mengaku dirinya tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman ilmu.  Namun realita ketika diri melihat pemahaman yang dimilikinya adalah dapat dilihat dan dirasakan "apakah sesuai" dengan ajaran yang benar atau ajaran yang sesat.

Pemahaman atau pengetahuan yang sesuai dengan ajaran adalah pengetahuan yang memunculkan bentuk ilmu yang memberikan kebaikan dan kebermanfaatan bagi manusia itu sendiri-sesama manusia-dengan alam semesta ataupun hubungannya dengan Sang Pencipta.  

Sedangkan pemahaman atau pengetahuan yang tidak sesuai dengan ajaran adalah sebuah bentuk ilmu yang berdampak pada kerusakan alam-pertumpahan darah dan hilangnya keseimbangan kehidupan manusia itu sendiri.  Ada juga sebetulnya pengetahuan yang sesuai dengan  ajaran serta mengatasnamakan ajaran tetapi realita hanya sekedar untuk menutupi kepentingan yang dimiliki agar dirinya dapat mencapai keuntungan secara materi (popularitas dan kekayaan).  Inilah bentuk pengetahuan yang keliru.

Ketika pengetahuan keliru ini terjadi maka dampaknya adalah kehancuran manusia dan alam semesta.  Kehancuran ini dimulai dari hancurnya diri manusia yang memiliki pengetahuan dengan semakin jauh terlempar menjadi makhluk yang disebut sebagai manusia dengan derajat yang lebih rendah dari makhluk lain.

Sebuah ironi jika ini terjadi ketika banyaknya orang pintar dan ilmuwan yang ada namun ilmu mereka bukan membawa kepada kedamaian dan kebahagian.  Malah ilmu mereka membawa dan mempengaruhi diri manusia untuk memiliki kecenderungan yang tidak baik.

Ketika kecenderungan tidak baik menjadi dominan dan menguasai kehidupan manusia maka diri akan menjadi orang yang selalu iri hati-sombong-selalu khawatir.  Hal ini berdampak pada hasil pengetahuan yang jauh dari keseimbangan kehidupan sebagai makhluk yang terbaik dan menuju pada realita kehancuran alam semesta.

Hanya sekedar humor sufi.  Diamlah dan renungkan dengan hakekat pengetahuan yang sudah kita miliki.  Hiduplah dengan kecenderungan positif karena itu hakekat diri manusia yang sesungguhnya.  Kecenderungan yang positif akan membentuk diri hidup dengan keyakinan yang benar dan kuat karena sesuai dengan ajaran yang benar.

Magelang, 11/12/2021

(Bagian dari Bab di Buku Konsep Akuntansi Yang Baik, yang insyaallah terbit 2022)

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun