Pernah menyaksikan film Premium Rush? Film yang dibintangi Joseph Gordon-Levitt tersebut bercerita tentang dinamika kurir sepeda di Newyork yang terseret dalam konflik imigirasi illegal dan menghadapi polisi "kotor".Â
Satu hal yang unik dan menjadi perhatian pada film tersebut ialah penggunaan sepeda dalam proses pengataran paket berupa barang dan dokumen.
Sejarah Kurir Sepeda
Profesi tersebut dikenal sebagai "bike messenger" atau kurir sepeda. Ternyata, penggunaan sepeda sebagai proses pengataran barang/dokumen sudah sangat lama loh.Â
Penggunaan Sepeda sebagai jasa pengiriman mulai bermunculan pada tahun 1890-an di Amerika Serikat yang diprakarsai oleh perusahaan Western Union, sedangkan di eropa diawal abad ke-20 Para pengirim pesan/dokumen banyak dijumpai di Prancis.Â
Di Indonesia, kurir -- kurir sepeda banyak di jumpai di tahun 70-an kebawah ketika motor dan mobil belum banyak di gunakan masyarakat Indonesia.Â
Penggunaan sepeda pada medio 70-an kebawah dimanfaatkan oleh PT. Pos Indonesia untuk mengatarkan surat, penggunaan sepeda sebagai jasa pengataran barang saat itu karena teknologi informasi belum berkembang pesat seperti saat ini.Â
Masyarakat Indonesia masih menggunakan surat yang ditulis manual atau melalui mesin ketik untuk menyampaikan pesan kepada kerabat ataupun keluarga.
Seriring perkembangan waktu penggunaan sepeda sebagai moda transportasi pengiriman barang/surat dan mobilisasi masyarakat mulai ditinggalkan. Motor dan mobil mulai banyak di gemari oleh masyarakat kota dan teknologi komunikasi terus berkembang.Â
Sepeda mulai lebih banyak digunakan sebagai alat rekreasi dan olahraga yang biasanya digunakan ketika weekend. Sehingga profesi kurir sepeda meredup seiring Industri motor dan mobil yang sedang tumbuh dengan pesat.
Gambar 1. Sepeda Pos Indonesia
Namun, di negara-negara barat khususnya wilayah Eropa dan Amerika Serikat. Eksistensi kurir sepeda tetap ada, saling berjejaring, dan membentuk sub-culture tersendiri.Â
Hal identik dari adanya kurir sepeda dinegara-negara tersebut ialah menggunakan sepeda tipe Fixie atau Fixgear.
Para komunitas dan jasa kurir sepeda tersebut bahkan membuat ajang kejuaraan kurir sepeda sedunia atau Cycle Messenger World Championship (CMWC) sejak 1993 di Berlin, Jerman.Â
Ajang tersebut masih berlangsung hingga saat ini, Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada tahun 2019 di Bali dan Jakarta.
"Fixie" adalah kependekan dari "fixed gear" atau gear tetap, nama slang untuk sepeda dengan sistem penggerak yang hanya memiliki satu gear yang fix/tetap atau pakem pada roda belakang. Sepeda fixie adalah sepeda yang paling sederhana, karena tidak memerlukan derailleur, shifter, double atau triple chainring crankset, bahkan bagi beberapa orang sepeda fixie tidak membutuhkan rem.
Sepeda fixie tidak memiliki mekanisme freewheel, sehingga setiap perputaran roda akan diikuti perputaran pedal, baik ke depan atau ke belakang.Â
Sepeda fixie tidak mengenal istilah coasting (meluncur). Coasting adalah istilah ketika kita tidak mengayuh pedal (pedal pada posisi diam) sepeda ketika sepeda bergerak. Tipe sepeda tersebut yang tercermin pada film Premium Rush yang menggambarkan fleksibelitas, dan kecepatan.Â
Nah, di Indonesia sendiri Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi pengiriman barang kembali berkembang di Indonesia pada tahun 2013-an.Â
Medio 2009-2013 Sepeda Tipe Fixie atau juga dikenal sepeda Fixedgear yang "booming" dan digunakan oleh masyarakat kota besar di Indonesia salah satunya Jakarta membawa budaya -- budaya yang dilakukan para penggunanya dibelahan dunia lain.Â
Masyarakat mulai banyak yang merakit fixie, membentuk komunitas, dan mendirikan jasa kurir sepeda itu sendiri.Â
Di Jakarta, tercatat ada dua jasa kurir sepeda yang masih eksis, jasa ini selain berangkat dari hobi juga membawa pesan positif. Yaitu, nol emisi atau zero emission, smart mobility, dan ramah terhadap lingkungan.
Setelah mengetahui sejarahnya, yuk kenali jasa kurir sepeda yang ada di Jakarta:
1. Westbike Messenger Service
Westbike Messenger Service atau biasa dikenal WMS mulai beroperasi sejak tahun 2013. WMS berawal dari kegemaran founder yaitu Hendi Rahmat dan anggotanya terhadap sepeda Fixie.
Ada beberapa faktor sehingga akhirnya WMS terbentuk, pertama ialah meredupnya pengguna sepeda fixie. Dikutip dari Kumparan, Hendi mengutarakan bahwa Ia ingin skena sepeda Fixie tetap ada.Â
Sedangkan, adapun pendapat lain Hendi di Kompas yang menyebutkan bahwa keberadaan WMS diawali untuk mengisi waktu luang para anggotanya dan menambah pemasukan tambahan bagi yang saat itu masih berkuliah.
Dari dua ide tersebut, faktanya WMS saat ini sudah berkembang pesat. WMS yang awalnya berdiri sebagai komunitas sudah berbadan hukum dan beroperasi sebagai perusahaan sejak tahun 2016.
WMS juga aktif berpartisipasi diajang kompetisi kurir sepeda sedunia atau CMWC. Dari perhelatan di Australia pada tahun 2015, Prancis pada tahun 2016, Latvia pada tahun 2018, dan menjadi penyelenggara di Jakarta pada tahun 2019.
WMS saat ini tidak hanya tersebar di wilayah Jabodetabek, beberapa kota besar seperti Bandung, Surabaya, dan Medan sudah dapat dijumpai. Selain itu, WMS juga sudah tersedia versi Mobile App yang memudahkan pelanggan jika ingin menggunakan jasa yang ditawarkan.
Tarif yang ditawarkan juga sangat murah, untuk misi zero emission yang diembang serta kekuatan fisik ketika mengayuh ditengah panas dan kemacetan ibukota.Â
Berdasarkan pengalaman saya menggunakan WMS melalui Mobile App, untuk layanan sameday dengan jarak sekitar 13km harga yang harus dibayar hanya Rp 15.000.
Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi Instagram WMS yaitu @wmswestbikemessengerservice atau download aplikasi yang terdapat di Appstore dan Play Store bernama Westbike Messenger Service.
2. Kamiantar Jakarta
Niki Bagoes Rizky atau biasa yang dipanggil Ikin seorang founder Kamiantar Jakarta dan komunitas Fixgear Bidonesia. Ikin mendirikan Kamiantar Jakarta pada tahun 2017 bersama teman lainya yang berasal dari Bidonesia juga yaitu Kevin Widiantara (Kace) dan Tri Nanda.
Ikin sudah menggemari sepeda Fixgear sejak tahun 2013. Seperti awal terbentuknya WMS, Kamiantar Jakarta terbentuk karena para foundernya yang hobi menggunakan sepeda tipe Fixie.Â
Sebelum mendirikan komunitas Bidonesia pada tahun 2016 dan Kamiantar Jakarta pada tahun 2017. Ikin pernah menjadi anggota Westbike Messenger Service(WMS) sejak tahun 2014 -- 2016.
Berbeda dengan WMS, Kamiantar Jakarta belum berbadan hukum. Kamiantar Jakarta masih berbentuk komunitas. Namun, Kamiantar masih eksis dan dipercaya oleh pelanggannya sejak tahun 2017.
Kamiantar Jakarta menawarkan beberapa tarif dari layanan Reguler--seperti sameday --berdasarkan jarak tempuh 0-10 km seharga Rp 25.000, 11-20km seharga Rp 50.000. Adapun layanan Rush--2 jam sampai--yang didasarkan juga pada jarak, 0-11 km seharga Rp 35.000 dan 11-20km seharga Rp 70.000
Harga yang ditawarkan juga tidak pernah mengalami perubahan kecuali ada mitra yang sudah bekerja sama, harga dapat disesuaikan tetapi tetap mempertimbangkan jarak.Â
Kamiantar Jakarta bekerjasama dengan UKM healbeverage, Denaturale, dan Simple Shumay sebagai mitra pengirimnya kepada pelanggan.
Cara menggunakan Kamiantar Jakarta masih bersifat manual melalui Whatsapp, kemudian dikirim form berupa daftar barang, jarak, titik penjemputan dan pengataran. Untuk informasi lebih lanjut Kamiantar Jakarta dapat dikunjungi di instagramnya yaitu @kamiantarjakarta.
Peran Jasa Kurir Sepeda Dalam Menjaga Lingkungan Kota.
Isu Lingkungan, saat-saat ini menjadi isu yang hangat diperbincangkan. Tanda-tanda perubahan iklim juga sudah terlihat jelas, kenaikan suhu bumi, musim yang tidak menentu, dan banjir yang kian tinggi.
Kota adalah ruang yang dinamis, padat, dan besar. Kota seperti Jakarta direpresentasikan sebagai wilayah yang jauh dari pandangan "hijau". Wilayah kota banyak diisi oleh pemukiman, Gedung-gedung tinggi, dan aspal yang terhampar luas.
Dengan citra kota seperti itu, apakah Jakarta siap untuk menghadapi perubahan iklim atau menjaga lingkungan agar lebih baik lagi? Jawabanya tentu ada, saat-saat ini sudah banyak beragam kajian untuk memandu Pemerintah dan Masyarakat lebih aware terhadap isu perubahan iklim. Dari pembangunan taman, ruang publik, gerakan menanam pohon, dan menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti sepeda.
Beragamnya masyarakat, etnis, dan komunitas yang ada di Jakarta banyak membawa ide dan gagasan positif. Salah satunya ialah Jasa Kurir Sepeda yang ditawarkan oleh para pegiat Fixie.
Kurir Sepeda di Jakarta menjalankan tanggung jawab dan perannya yang memberikan berdampak pada lingkungan disekitarnya. Peran yang dijalankan tidak hanya berkaitan mengenai hubungan antara masyarakat atau manusia dengan lingkungan fisik.Â
Melalui serangkaian kegiatannya Kamiantar Jakarta memberikan peran masing -- masing terhadap 3 lini penting dalam aspek pembangunan berkelanjutan yaitu Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan.
Peran Ekonomi, WMS dan Kamiantar Jakarta sebagai jasa kurir sepeda tentu memberikan peluang ekonomi. Seperti yang sudah disampaikan Hendi, bahwa  awal terbentuknya WMS berangkat karena rasa iseng anggotanya untuk menambah pemasukan.Â
Selain itu, apa yang dilakukan Kamiantar Jakarta juga merepresentasikan kerjasama ekonomi antar UKM lokal yang sinergis.
Peran Sosial, Adanya dua layanan tersebut membawa pengaruh positif, membuka peluang kerja, dan kesempatan baru melalui penggunaan sepeda yang terkesan sederhana tetapi memiliki dampak positif bagi lingkungan disekitar.
Peran Lingkungan, Keadaan lingkungan di kota Jakarta dapat diperbaiki dengan lebih bijak memilih transportasi dalam bermobilitas salah satunya ialah dengan sepeda seperti yang dipraktekan oleh WMS dan Kamiantar Jakarta.Â
Pemakaian sepeda berdampak positif bagi pengguna maupun lingkungan di kota. Dalam sisi pengguna pemakaian sepeda akan berdampak positif terutama bagi kesehatan. Sedangkan dalam sisi lingkungan sepeda tidak menimbulkan polusi baik suara dan udara, dengan sepeda juga terbebas dari kemacetan.Â
Kemudian dalam konteks regulasi dan fasilitas di kota, adanya jasa kurir sepeda menandakan masih adanya masyarakat yang menggunakan sepeda sebagai modal utamanya dalam berkegiatan.Â
Hal tersebut yang akhirnya mendorong penggiat sepeda seperti LSM ITDP Indonesia dan Komunitas Bike2Work untuk mengadvokasikan kepada pemerintah untuk membangun kota yang layak bagi semua kalangan serta menghidari pemborosan energy akibat penggunaan Transportasi.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI