Atletico Madrid yang terus berusaha menyerang, malah terkena counter attack dari chelsea yang menyebabkan gawangnya kebobolan di menit ke-34'. Berawal dari serangan balik cepat yang dibangun oleh Kai Havertz, lalu bola ditrobos ke depan menuju Timo Werner yang berada di sayap kiri. Timo Werner berlari menuju ke tengah kotak penalti dan mengoper bola tersebut ke Hakim Ziyech. Dan H. Ziyech pun meluncurkan bola ke arah gawang yang tak mampu dibendung oleh Jan Oblak. Skor menjadi 1-0 atau agregat 2-0.
The Blues sempat kembali menciptkan peluang di sisa-sisa menit terakhir babak pertama lewat K. Haverts dan A. Â Rudiger, sayang masih belum membuahkan gol untuk Chelsea. Skor tetap bertahan 1-0 hingga turun minum.
Babak kedua
Pada babak kedua ini, Chelsea kembali memberikan tekanan kepada Los Rojiblancos. Peluang yang pertama (di babak kedua) tercipta dari kaki Werner pada menit ke-48'. Werner yang melakukan tendangan keras usai memanfaatkan operan Ziyech masih bisa dihalau oleh kiper Jan Oblak.
Chelsea mendapat peluang berikutnya di menit ke-56', Tendangan kaki kiri Hakim Ziyech lagi-lagi membuat Jan Oblak untuk jatuh bangun menyelamatkan gawangnya.
Los Rojiblancos tampak begitu kesulitan dalam mendobrak lini pertahanan The Blues. Yang akhirnya, terpaksa mengubah strategi mereka dengan memasukkan Angel Corea dan menggantikan Luis Suarez di menit-59'.
Pada menit ke-62', gawang Atletico Madrid kembali mendapat ancaman. Lagi-lagi Timo Werner yang mencoba membobol gawang Jan Oblak, namun tendangan kaki kiri Timo Werner masih tak menemui sasaran.
Akhirnya di menit ke-76 tim asuhan Diego Simeone berhasil menciptakan peluangnya lewat Joao Felix. Pemain asal Portugal itu melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti, namun bolanya masih tipis dari tiang gawang E. Mendy.
Beban kian menambah Diego Simione. Ia harus kehilangan satu pemain mereka, Stefan Savic yang dikartu merah usai melanggar bek Chelsea, Ruediger. Dengan ini, membuat para pemain The Blues kian mudah untuk menerobos lini pertahanan Atletico Madrid.
Pada 10 menit terakhir permainan dari kedua tim saling agresif dan ofensif. Hudson Odoi memberikan tekanan pada menit 84' dan 89' ke gawang Jan Oblak, namun tak satu pun yang mebuahkan hasil.