Sesuai namanya, Kampung Labirin terdiri dari gang-gang kecil yang memungkinkan pengunjung untuk tersesat jika tidak bertanya. Menariknya, pengunjung di sini juga dapat melihat bagaimana para warga berkarya seperti membuat kue, bermain angklung, membaca di taman bacaan, menari, bahkan ada yang membuat atau menghasilkan emping dengan bahan baku jengkol yang juga sudah diekspor ke luar negeri. Jadi menarik sekali jika ke Bogor berkunjung ke Kampung Labirin ini.
Waktu sudah lewat dari pukul 1 siang. Kami pun menuju tempat berikutnya yaitu Desa  Wisata Mulyaharja dengan masih menggunakan Bus Uncal disambung dengan angkutan umum karena akses menuju tempat itu tidak memungkinkan dilalui oleh Bus Uncal. Desa Mulyaharja merupakan kelyrahan di Bogor Selatan yang memiliki lahan sawah yang sangat luas.Â
Hamparan sawahnya ini lah yang menarik untuk dikunjungi, karena di tengah sawah tersebuh dibangun deck untuk berjalan kaki menikmati pemandangan sawah dan juga terdapat gazebo dari kayu untuk dapat duduk-duduk di situ sambil menikmati makan siang. Sesampainya di sana, kami sudah ditunggu oleh hidangan makan siang khas Sunda yang menggugah selera.Â
Makan siang di Desa Wisata Mulyaharja nikmat sekali, perut kami yang lapar akhirnya dihibur oleh cita rasa khas Sunda apalagi dikelilingi pemandangan yang apik di sekitar kami.
Setelah menghibur perut dan mata di Desa Wisata Mulyaharja, tiba saatnya kami mengunjungi tempat terakhir yaitu Kampung Perca Sindangsari. Jarak antara Desa Mulyaharja menuju  Kampung Perca memakan waktu sekitar lebih dari 30 menit. Kampung Perca Sindangsari tidak jauh berbeda dengan Kampung Batik Cibuluh.Â
Yang berbeda adalah Kampung Perca Sindangsari ini menghasilkan kerajinan kain, pakaian, dan sebagainya dari kain perca. Jadi ternyata kain perca tidak harus dibuang, tapi justru bisa memperindah pakaian bahkan bisa menjadi kerajinan lainnya. Di sini para warga mengkaryakan kain perca hingga hasilnya dapat dijual.Â
Saya pun akhirnya membeli outer dengan hiasan kain perca yang bisa juga terlihat elegan dengan harga Rp. 150.000. Jadi jangan lupa jika ke Bogor cobalah berkunjung ke Kampung Perca Sindangsari, untuk melihat karya-karya warga setempat yang menarik. Oh ya, di sana juga kami disuguhi minuman berbahan baku rempah yaitu Bir Pletok dari produk minuman kesehatan Bang mamat. Kalau berkunjung ke Kampung Perc aini jangan lupa juga untuk mecobanya.