Mohon tunggu...
Ms. Resty Rasyid
Ms. Resty Rasyid Mohon Tunggu... -

Anak-anak di sekolah memanggil saya Ms. Resty. Saya seorang ibu rumah tangga yang selalu sibuk mengurus suami dan 4 anak sambil tak lupa membantu menyumbangkan kas keluarga dengan bekerja sebagai guru di Sekolah Dasar dan Dosen FKIP di perguruan tinggi kota Tangerang. Menyukai dunia pendidikan khususnya pendidikan usia dini dan pendidikan dasar. Saat ini sedang berupaya mengembangkan kegiatan PAIKEM - Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan berbasis ICT

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Metode Bercerita dalam Pembelajaran PKn- SD

16 Oktober 2010   16:44 Diperbarui: 26 Juni 2015   12:23 2019
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

[caption id="attachment_291994" align="alignleft" width="100" caption="http://rajadongeng.com"][/caption] Anak-anak pasti suka dongeng.  Kegiatan mendongeng atau bercerita ini dapat guru gunakan dalam menciptakan pembelajaran PKn yang menyenangkan. Metode bercerita ini dapat menarik minat belajar siswa. Selain itu  memiliki tujuan yang luhur karena  bermuatan  pesan moral yang baik dan sangat berarti  bagi perkembangan  jiwa anak. Mendongeng pun menjadi cara termudah mengajari sesuatu kepada anak anak tanpa kesan menggurui. Dengan kata lain tujuan utama mendongeng adalah memperkaya  pengalaman batin anak dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan pendidikan dengan cara yang paling sederhana dan menarik – (  Kak Kusumo -  http://www.rajadongeng.com . ) Menciptakan pembelajaran PKn yang menyenangkan dengan metode  bercerita,  menjadi salah satu teknik pembelajaran yang berguna dalam membangun  karakter dan kepribadian siswa.  Dalam kegiatan ini,  guru harus pandai memilih cerita yang sesuai dengan perkembangan anak ,  pun  diselaraskan dengan tujuan pembelajaran atau Kompetensi Dasar yang sedang ditanamkan . Ajaklah anak-anak duduk melingkar di atas karpet. Perlihatkan buku yang akan dibacakan. Kondisikan siswa agar fokus pada cerita yang akan disampaikan . Selain mengambil kisah-kisah dari buku cerita yang sudah ada,  guru dapat pula menciptakan sebuah cerita  dengan melibatkan anak dalam alur cerita.  Contoh dalam pembelajaran dengan KD 1.1 Mengenal Pentingnya Hidup Rukun, Saling Berbagi dan Tolong Menolong- mata pelajaran PKn Kelas 2 SD semester 1.

  • Guru memulai kisah dengan : Di sebuah hutan hiduplah seekor anak ayam. ( Guru berjalan dan bersuara seperti anak ayam yang menciap-ciap) . Suatu hari anak ayam bertemu dengan kambing.
  • Guru meminta seorang anak maju ke depan ,  berjalan dan bersuara seperti kambing. Dari dialog diketahui bahwa anak ayam kehilangan induknya. Ia mencari pertolongan. Adakah teman-teman yang dapat menolongnya?
  • …. (kisah dikembangkan guru) …  anak ayam dan kambing bertemu dengan 2 ekor kuda( guru meminta 2 anak untuk berperan seperti kuda) akhirnya mereka bertemu dengan harimau. ( guru meminta satu orang anak  menjadi harimau) pada bagian ini pastilah anak-anak berebutan untuk berperan menjadi harimau. Pilihlah salah seorang dari mereka yang mewakili karakter harimau.
  • …Kambing, kuda dan harimau membantu anak ayam mencari induknya. Hingga sore hari si induk ayam tak diketemukan juga. Mereka kecapaian ( guru meminta semua anak berakting seperti kecapaian)
  • … Akhirnya anak ayam dapat menemukan induknya berkat pertolongan teman-teman binatang.

Setelah selesai bercerita, guru dapat mengajukan pertanyaan baik lisan maupun tertulis sesuai dengan isi cerita yang telah didengarkan. Selain berguna untuk mengukur sejauh mana pemahaman anak terhadap cerita, juga sebagai alat penilaian di akhir pembelajaran. Mudah-mudahan bermanfaat. Ditulis juga di blog IBU GURU KAMI...

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun