Ramadan sudah tiba.
Saat azan Magrib menggema, waktu berbuka puasa yang dinanti-nanti selamaRamadan benar-benar istimewa, semula azan Magrib yang diremehkan, kini menjadi waktu yang paling disukai.
Bagaimana tidak, selama seharian penuh berpuasa, waktu berbuka seperti berhasil keluar dari ruang yang seram.
Baik yang berpuasa, pura-pura berpuasa, atau yang bukan Islam, ketika buka bersama pasti bahagia.
Nah, sangat dianjurkan untuk menyegerakan berbuka ketika sudah masuk waktu Magrib, tidak perlu ditunda jika tidak ada hal mendesak.
Pastinya, Anda semua sudah menyiapkan menu berbuka puasa yang disukai dan manis-manis pastinya.
Sekarang saya bertanya kepada para pembaca, apakah kata 'takjil' benar-benar berarti berbuka puasa?
Adakah para pembaca artikel ini yang menyebut kata 'iftar' merujuk pada menu berbuka puasa?
Anda pasti bingung dengan perbedaan antara takjil dan iftar, mana yang tepat untuk menyebut menu berbuka puasa?
Ternyata, takjil () dalam bahasa Arab berarti menyegerakan, bergegas, atau cepat-cepat.
Jadi, apakah kata takjil cocok disematkan sebagai menu berbuka puasa? Ternyata, tidak seperti itu.