Kombinasi keduanya terlihat pada gol keempat saat melawan Malaysia. Sepak pojok yang dilakukan Evan disambut tandukan Elkan yang berhasil memanfaatkan postur tubuhnya yang jangkung.
Permasalahan lain adalah finishing touch yang masih kurang. Begitu banyak peluang ketika berhadapan dengan Singapura yang seharusnya bisa mencetak lebih dari empat gol terlepas dari gemilangnya penampilan kiper Singapura, Hasan Sunny. Ini yang mungkin bisa terus diasah, memanfaatkan banyak peluang.
Ketahanan fisik juga patut menjadi perhatian utama. Ini menjadi masalah klasik yang seringkali dialami para pemain timnas kita. Tampil bagus di babak pertama kemudian kehabisan bensin di babak kedua mengakibatkan permainan menjadi menurun dan menjadi peluang bagi tim lawan untuk menyerang.
Fisik juga yang pertama kali diperhatikan oleh Shin Tae-yong saat pertama kali ditunjuk menjadi pelatih tim nasional merah putih. Maka sejak awal Shin Tae-yong dan staff pelatih menggenjot fisik pemain. Diharapkan dengan fisik yang kuat sanggup bertarung fight selama 90 menit bahkan babak perpanjangan waktu.Â
Kondisi fisik tentu akan berimbas pada permainan. Stamina yang jauh menurun akan membuat konsentrasi dan fokus akan berkurang. Semoga beberapa kekurangan tersebut dapat diatasi dan tim nasional Indonesia yang bermaterikan banyak pemain muda bisa menunjukkan permainan yang solid.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI