Tahukah kamu? Bahkan saat dunia diterpa pandemi COVID-19, industri manufaktur bertahan sebagai sektor yang paling stabil dan tetap bertumbuh, lho. Di tahun 2023 ini, kita masih menghadapi dampak pandemi, dan ekonomi dunia juga masih diguncang oleh kondisi geopolitik internasional yang sedang tegang.Â
Walau diterpa badai ekonomi, di kuartal pertama 2023, sektor industri manufaktur tetap menjadi penyumbang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 16,77 persen. Salah satu cara perusahaan manufaktur supaya jadi lebih efisien adalah dengan memakai software bisnis untuk manajemen, yaitu Enterprise Resource Planning atau ERP.
Apa itu Software ERP?
Software ERP atau Enterprise Resource Planning merupakan sistem terpadu yang digunakan oleh perusahaan untuk mengintegrasikan atau menghubungkan proses proses yang ada serta merencanakan kebutuhan sumber daya dari perusahaan. Dengan adanya sistem ERP ini perusahaan dapat terbantu dalam mengatur proses bisnis yang dilakukan seperti penjualan, pembelian, produksi, keuangan, rantai pasok (supply chain), bahkan manajemen proyek dan sumber daya manusia.
Fungsi Software ERP untuk Manufaktur
Material Requirement Planning
Pengertian MRP atau Material Requirements Planning adalah sistem yang digunakan perusahaan untuk menghitung komponen dan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses manufaktur produk. Sistem ini dibutuhkan untuk menyesuaikan suplai dan permintaan produk dengan kapasitas inventori.
Sistem MRP pada dasarnya dipakai untuk mengatur arus keluar-masuk bahan baku dari dan ke inventori. Sebagai bagian dari sistem manajemen rantai pasokan, MRP membantu perusahaan menjadwalkan produksi dan distribusi barang secara efisien, baik dalam hal waktu maupun biaya. Â
Ada tiga pertanyaan yang dijawab oleh MRP:
- Apa yang dibutuhkan?
Bukan cuma jenisnya, kualitas bahan baku yang akan digunakan pun harus diperhitungkan, terutama jika perusahaan memproduksi dua jenis barang yang serupa, tapi punya segmen pasar yang berbeda.
- Berapa jumlah yang dibutuhkan?
Pertanyaan ini untuk mencocokkan target produksi dengan jumlah bahan baku yang dibutuhkan.Â
- Kapan bahan baku dibutuhkan?
Ini adalah soal kapan proses produksi dilakukan, dan rentang waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi target. Contohnya, jika target produksi adalah 6.000 item sedangkan kapasitas produksi hanya 1.000 item per hari, maka dibutuhkan minimal 6 hari untuk memenuhi target. Berarti, perusahaan harus mengeluarkan bahan baku dari inventori secara bertahap selama 6 hari.
Bill of Material
Bill of Material adalah komponen dari barang kebutuhan pada proses manufaktur untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, dimana daftar barang tersebut bisa disesuaikan dengan jumlah kebutuhan produksi yang mampu menghasilkan barang jadi atau setengah jadi, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Bill of Material (BOM) biasanya memperlihatkan daftar komponen BOM dalam bentuk struktur produk dan dinyatakan dalam level manufaktur. Ada tingkatan-tingkatan dalam BOM, yaitu:
Level 0: Sebuah produk jadi yang tidak dipakai sebagai komponen pembentuk dari produk lain.
Level 1: Komponen salah satu sifatnya adalah menjadi pembentuk langsung dari produk dengan level 0. Tapi, komponen ini juga bisa adalah sebuah produk jadi. Misalnya, ban mobil bisa jadi komponen mobil, tapi juga bisa dijual terpisah sebagai produk jadi. Maka, jika dipakai sebagai komponen pembentuk langsung dalam pembuatan mobil atau kendaraan maka akan digolongkan sebagai item dengan level 1.
Level 2: Sebuah komponen pembentuk langsung dari produk dengan level 1. Sebagaimana level 1, komponen pada level ini juga bisa dipakai sebagai komponen pembentuk langsung pada level 0 atau produk jadi.
Level 3: dan seterusnya.
Mengapa Bill of Material itu Penting? BOM menjadi dasar penghitungan harga jual produk. Kita bisa mengetahui apakah harga jual produk itu untung atau rugi, dari biaya bahan baku ditambah biaya lainnya.Â
Inventory Management
Fungsi inventory management selalu penting untuk perusahaan manapun, termasuk manufaktur. Inventory management dalam software ERP akan jadi satu dengan MRP. Dengan software ERP yang mengelola inventaris, waktu yang dibutuhkan untuk input data akan berkurang, dan tidak perlu lagi input data yang sama berkali-kali, karena secara otomatis akan tercatat di laporan milik berbagai divisi yang terhubung. Software ERP juga menghemat waktu untuk pencocokan data, kalkulasi dan koreksi.Â
ERP juga dipakai untuk menghindari dua masalah dalam manajemen inventaris: stockout (kehabisan stok) dan overstock (kelebihan stok). Dua hal ini merugikan perusahaan, karena bisa memboroskan pengeluaran dan mengecewakan customer.
Dengan ERP, kita juga bisa mengetahui posisi setiap barang di dalam gudang. Hal ini bisa dilakukan dengan input manual oleh karyawan di saat menerima barang, atau dengan bantuan sensor otomatis yang terhubung ke jaringan (internet of things/IoT).
Rekomendasi Software ERP Untuk Manufaktur
Software ERP kini sering direkomendasikan sebagai solusi terbaik untuk menyediakan laporan dengan cepat dan akurat, bahkan otomatis. Bukan hanya untuk divisi sales atau accounting, semua divisi yang diberi akses oleh manajemen bisa mendapatkan laporan rutin dengan otomatis. Salah satu penyedia software ERP terbaik di Indonesia adalah Ukirama.
Ukirama menyediakan solusi berbasis cloud untuk manufaktur, dengan biaya terjangkau dan implementasi yang cepat serta mudah. Selain memiliki modul khusus manufaktur, ERP dari Ukirama juga punya fitur Laporan Stok dan "Resep", yang bisa otomatis mengurangi stok bahan baku sesuai formula produk yang digunakan.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI