3. Contoh analisis yuridis empiris dan yuridis normatif:
●Analisis hukum empiris: Contoh: Seorang peneliti ingin memahami bagaimana hukum yang melindungi anak di bawah umur di negaranya diimplementasikan dalam praktik. Peneliti akan melakukan survei dan studi lapangan untuk mengumpulkan data mengenai kasus-kasus aktual pelanggaran perlindungan anak yang pernah terjadi. Hasilnya adalah analisis empiris berdasarkan data nyata yang terdapat di masyarakat, dan penelitian ini dapat menarik kesimpulan tentang efektivitas undang-undang dalam melindungi konsumen.
●Analisis hukum normatif: Contoh: Seorang sarjana hukum ingin menilai apakah undang-undang mengenai kasus kekerasan seksual terhadap anak di suatu negara konsisten dengan asas-asas hukum yang berlaku atau tidak. Konferensi ini akan mengkaji undang-undang, peraturan, dan keputusan pengadilan terkait seksualitas, kemudian melakukan perdebatan berdasarkan kriteria normatif seperti keadilan, keberlanjutan, dan perlindungan anak. Hasilnya adalah analisis normatif berdasarkan pertimbangan nilai dan asas hukum yang dianggap ideal.
4. Contoh Pemikiran hukum Max Weber dan H.L.A. Hart:
●Max Weber mengembangkan konsep hukum sebagai "kekuatan sosial" yang mempengaruhi perilaku individu dan kelompok dalam masyarakat. Dia juga memikirkan secara mendalam tentang hukum dan hukum rasional. Max Weber dikenal atas kontribusinya dalam bidang sosiologi hukum.Dia memperkenalkankonsep hukum sebagai "kekuatan sosial" yang mempunyai dampak signifikan terhadap tindakan individu dan kelompok dalam masyarakat. Selain itu, Weber mendalami lebih jauh gagasan hukum rasional, yang mencakup aturan-aturan hukum yang dibuat secara resmi berdasarkan pertimbangan rasional. Weber juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang peran nilai-nilai dan motivasi pribadi dalam mematuhi hukum. Pemikiran Weber memperkaya pemahaman masyarakat tentang bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat dan mengapa sebaiknya masyarakat menaatinya.
●H.L.A Hart dikenal karena konsepnya tentang "hukum sebagai sistem aturan" dan memisahkan hukum dari moralitas, menekankan pada penentuan hukum yang obyektif. H.L.A. Hart adalah seorang filsuf hukum terkenal yang dikenal dengan konsep "hukum sebagai sistem aturan". Hart mendekati hukum dari perspektif analisis filosofis dan membahas aturan hukum sebagai aturan yang mengatur perilaku sosial. Ia dengan tegas memisahkan hukum dari ranah etika, dengan menekankan bahwa hukum merupakan fenomena yang dapat dinilai secara obyektif, bukan berdasarkan nilai-nilai subyektif. Selain itu, Hart mengkaji tentang konsep kewenangan hukum dan hak hukum individu dalam kaitannya dengan norma hukum yang berlaku dalam masyarakat.
5. Hasil Review dan Ispirasi :
Oleh karena itu Ilmu Sosiologi Hukum memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan Sosial masyarakat karena dapat memberikan pemahaman tentang berbagai definisi sosiologi hukum dari para ahli, perbedaan antara analisis yuridis empiris dan normatif dalam kajian hukum, serta pandangan Max Weber dan H.L.A. Hart. Ini memberikan wawasan komprehensif tentang sosiologi hukum dan pandangan utama dalam bidang ini, yang dapat menginspirasi penelitian dan pemahaman lebih lanjut tentang hubungan antara hukum dan masyarakat. Terlebih kepada penerus generasi muda yang akan melanjutkan kepemimpinan selanjutnya lewat ilmu pengetahuan terkusus Ilmu Sosiologi Hukum tersebut.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H