Ide itu disambut baik. Amara dan Anindya segera menyusun daftar anak-anak yang rajin datang dan aktif mengikuti kegiatan. Penghargaan sederhana itu ternyata efektif, membuat anak-anak semakin bersemangat.
Dampak Jangka Panjang
Lambat laun, kebiasaan positif ini mulai menyebar ke seluruh desa. Orang tua yang awalnya ragu, kini mulai mendukung anak-anak mereka untuk ikut dalam kegiatan perpustakaan. Bahkan, beberapa orang dewasa tertarik untuk belajar membaca dan menulis.
"Kita harus membuka kelas untuk orang dewasa juga," usul Amara suatu hari.
Pak Rendra mengangguk. "Pendidikan tidak mengenal usia. Kalau mereka ingin belajar, kita harus mendukung."
Perpustakaan Cahaya perlahan menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk seluruh warga desa.
Masa Depan yang Cerah
Suatu malam, saat keluarga Pak Rendra berkumpul di ruang tamu, Pak Rendra berkata, "Aku melihat harapan di mata anak-anak desa ini. Mereka mulai percaya bahwa pendidikan bisa mengubah hidup mereka."
Amara menambahkan, "Dan semua ini dimulai dari kebiasaan kecil. Membaca, belajar, dan berbagi adalah awal dari sesuatu yang besar."
Anindya menatap rak buku yang penuh dengan kebanggaan. "Aku ingin kita terus menambah buku di perpustakaan ini, agar harapan anak-anak desa tidak pernah padam."
Malam itu, keluarga Pak Rendra berdoa dengan hati penuh syukur. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka masih panjang, tetapi mereka percaya bahwa setiap kebiasaan positif yang mereka tanam akan memberikan hasil yang luar biasa di hari esok.