Apakah ada nilai yang pantas untuk bersanding dengan kekasih hati? Masihkah relevan ujaran kata tak beraturan yang menciptakan harapan? Sanggupkah kekasih hati memahami kerinduanku yang tak terucap dalam benakku? Atau mungkin itu tak terlihat karena keagungan-Nya yang menutupinya.
Semua harapanku hancur oleh dosa yang mengotori hatiku. Aku berharap ada sisa kebaikan di dalam kekacauan ini. Semuanya hanya ilusiku, ekspektasiku, dan khayalanku belaka. Aku sadar bahwa semua itu bukanlah wilayahku.
Namun, wilayahMu, ya Allah...
Dekatkan aku dengan kekasih hatiku, ya Tuhan. Dia yang membuka jalan bagi kehidupanku, yang menghancurkan segala bentuk penyembahan yang salah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Salam rindu untukmu, Muhammad, kekasih hatiku.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI