Pemerkosaan jelas prilaku biadab. Akan tetapi, kenapa masih ada orang yang berpikir untuk mengawinkan antara pemerkosa dengan korban kebiadabannya?Â
Yang paling wajar sebagai hukuman untuk kebiadaban pemerkosaan adalah hukuman mati. Tak ada pilihan lain karena akibatnya cukup fatal bagi korban.Â
Biasanya, terjadi persoalan ketika seorang pemerkosa memiliki kedudukan di tengah masyarakat. Â Akan terjadi rekayasa hukum untuk menyelamatkan si pelaku.Â
Bahkan beberapa waktu lalu ada orang yang berpikir untuk menikahkan antara pelaku pemerkosaan dengan korbannya. Dan, hal demikian kemudian dinarasikan seolah olah si pelaku telah bertobat dan hendak berbuat baik.Â
Bagaimana dengan korban?Â
Menikahkan korban dengan pelaku berarti akan menambah beban psikologi yang sangat berat. Karena, sudah pasti korban tidak pernah mencintai korban. Rumah tangga akan menjadi pengulangan pemerkosaan.Â
Walaupun masih dalam pikiran. Seharusnya, hal tersebut tidak dilakukan. Â Tak ada kebaikan apa pun ketika korban pemerkosaan dipaksa untuk menikah dengan pelaku.Â
Dan sekali lagi, hanya hukuman mati yang paling tepat.Â
Termasuk dalam kategori ini tentunya prilaku sodomi. Seperti yang diberitakan terjadi di Jawa Timur. Dan lebih parah lagi dilakukan oleh seorang guru ngaji.Â
Jika ada hukuman mati, mungkin orang akan berpikir beribu kali untuk melakukan perbuatan ini.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI