Mohon tunggu...
Mochamad Rifaldi Yanuar
Mochamad Rifaldi Yanuar Mohon Tunggu... Lainnya - UNIVERSITAS PADJADJARAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Selanjutnya

Tutup

Money

Kerupuk Kerang

14 November 2021   20:08 Diperbarui: 14 November 2021   20:13 801
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Junianto1 dan Mochamad Rifaldi Yanuar2

  • Dosen Departemen Perikanan_UNPAD
  • Mahasiswa Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Perikanan _UNPAD, Pangandaran

Definisi Kerupuk Kerang

Kerupuk kerang merupakan salah satu produk olahan dari kerang yang dikonsumsi sebagai bahan pelengkap. Kerupuk juga merupakan makan kering yang dibuat dari tapioka dan juga tepiung sagu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan atau bahan tambahan makanan yang diinginkan. Dengan cara digoreng terlebih dahulu.

Dari waktu ke waktu usaha kerang ini mengalami perkembangan dengan pesat dan menjadi salah satu pilihan usaha yang sangat menguntungkan, sehingga banyak masyarakat  juga yang menekuni usaha Kerupuk Kerang tersebut . Saat ini pada industri pembuatan Kerupuk Kerang, bahan baku utama yang digunakan hanya isian kerang nya saja, kerang yang digunakan menggunakan kerang hijau.

Kerupuk kerang juga merupakan salah satu produk campuran dari tepung dan kerang. Kerupuk kerang mempunyai beberapa kualitas juga tergantung komposisi bahan yang digunakann nya. Kerupuk kerang cenderung tidak terlalu mengembang tapi menghasilkan rasa yang cukup khas. 

ANALISIS KONSUMEN

                Analisis  konsumen berikut menurut (Kristiningrum et all, 2013) dari beberapa faktor.

  • Faktor Sosial

Pihak mayoritas yang membeli produk Kerupuk Kerang adalah keluarga

  • Faktor Personal

Pasar Potensial didominasi oleh masyarakat yang berusia 41 -- 50 tahun, dan kebanyakan berprofesi sebagai ibu rumah tangga

  • Faktor Pisilogikal

Mayoritas masyarakat yang membeli Kerupuk Kerang tujuan nya adalah sebagai bahan pelengkap makanan

ANALISI PERSAINGAN

Pada jaman globalisasi saat ini persaingan antar produsen ke produsen sangat tinggi. Produsen -- produsen kecil di daerah sulit untuk dapat melakukan pendekatan pasar karena bermunculan produk serupa dari produsen besar yang telah menguasai sebagian pasar di Indonesia. Kelemahan industri kecil dari kerupuk kerang ini adalah  sumberdaya yang tidak dimiliki oleh perusahaan sehingga perlu dilakukan studi secara sistematis untuk dapat membantu dalam merancang strategi pemasaran khususnya pengembangan pasar

PERANCANGAN PEMASARAN

Produk olahan kerang belum banyak juga dipasarkan di berbagai tempat. Namun perancangan pemasaran nya bisa terdiri dari 2 strategi

1. Strategi dari mulut ke mulut

Strategi dari mulut ke mulut ini bisa sangat efektif, promosi bisa dilakukan lewat tetangga - tetangga dan orang - orang disekitar. Ketika respon nya positif maka metode promosi ini bisa sangat efektif.

2. Strategi Promosi lewat Sosial Media

Seiring berkembangnya teknologi, hal apa saja dapat dipromosikan di sosial media, jadi bukan tidak mungkin bahwa kerupuk kerang ini bisa dipromosikan di sosial media.

DAFTAR PUSTAKA

Afifah, & Anjani. (2008). Sistem Produksi Dan Pengawasan Mutu Kerupuk Kerang Berkualitas Eksport. Semarang: Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.

Anindita, Sukardi, & Santosa. (2013). Pengaruh Perbandingan Tepung Tapioka Dengan Telur Asin Dan Lama Pengukusan Pada Pembuatan Kerupuk Telur Terhadap Daya Pengembangan Dan Tingkat Kerenyahan. Jurnal Imiah Peternakan.

Khotler, & Philip. (2000). Manajemen Pemasaran 1 Edisi Milenium. Jakarta : Prenhallindo.

Kristiningrum, P., Surjani, R. M., & Rinawiyati, E. D. (2013). Strategi Pengembangan Pasar Kerupuk Kerang UD. Matahari di Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya.

Rosdiana. (2019). Analisis Produksi dan Pemasaran Krupuk Kerang Api Cempaka 2 di Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jurnal Ekonomi Syariah.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Tofam, & Wijandi. (2008). Produk Olahan Ikan. Jurnal Perikan dan Kelautan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun