Mohon tunggu...
Miss Rochma
Miss Rochma Mohon Tunggu... Guru - Penulis

Semua orang yang saya kenal adalah orang yang luar biasa dalam pemikirannya sendiri. Tulisan saya dengan gaya bahasa yang berbeda? disini : http://www.mamaarkananta.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Rindu: Dua Minggu Mencari Cinta #19

11 Agustus 2010   03:49 Diperbarui: 26 Juni 2015   14:08 214
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Panji

Sayangku, sungguh, kegelisahanmu pagi ini menular padaku. Aku ikut gelisah melihatmu tidak tenang dalam mobil sewaan yang dikendarai George. Padahal aku ada disampingmu, Sayang. Semalam, kamu menerima sebuah telepon, sepertinya dari seorang perempuan. Setelahnya, kamu menangis sesenggukan didadaku sambil menyebut satu nama. Satria. Dan keputusan untuk mengambil penerbangan terpagi dari Bali ke Jakarta, kamu buat mendadak. Hanya untuk menemui Satria.

Alunan lagu One Step At A Time miliki Jordin Sparks yang bernada rancak, ternyata tidak sanggup mengalihkan kegelisahanmu, Sayang. Kamu ambil headset dari dalam tas dan memasangnya di kedua telingamu lalu memilih lagu dan merebahkan kepalamu dengan mata tertutup di jok mobil. Entah apa yang ada dalam pikiranmu sekarang, aku tidak berani bertanya padamu Sayang. Kusentuh lembut ujung jemarimu, memberi sedikit ketenangan. Kamu membuka matamu yang lebam karena menangis semalaman dan tersenyum. Tapi aku lega Sayang, melihat senyummu meskipun terlukis dengan terpaksa.

Rindu

Satria, apakah karena penyakit sialan itu kamu membatalkan semua rencana masa depan kita? Kuhembuskan nafas berat, mengingat kabar yang aku terima semalam dari ibumu. Rasanya seperti tersengat listrik tegangan tinggi mengetahui kamu mengidap kanker paru-paru stadium akhir. Aku ingin melihatmu, Satria. Mengetahui bagaimana keadaanmu. Karenanya, aku memutuskan secara sepihak untuk kembali ke Jakarta dengan penerbangan terpagi hari ini.

Ah, aku tidak sanggup menutup lebam dimataku meskipun dengan make up setebal apapun karena menangis yang tiada henti semalam. George sialan!!! Lama sekali menyetir mobil ini. Aku ingin cepat menemuimu, Satria. Oh iya, mungkin dengan lagu itu, hatiku bisa lebih tenang. Cepat-cepat aku ambil headset dari dalam tas dan memasangnya di telingaku. Mencari lagu Fixing a Broken Heart milik Indecent Obsession dan Mari Hamada. Nyesss, lagu yang rencananya akan ditampilkan dalam pernikahan kita nanti membuatku sedikit tenang, Satria. Tanpa sadar aku merebahkan kepalaku di jok mobil. Dan beberapa menit kemudian, sebuah tangan menyentuh ujung jemariku. Panji. Kubuka mataku dan tersenyum. Meskipun aku tahu, senyumku tak seindah hari-hari kemarin ketika menyadari Panji masih mencintaiku.

Kulanjutkan mendengarkan lagu pernikahanku, dengan tangan Panji masih meremas pelan ujung jemariku.

#####

Satria

Sungguh aku kaget melihatmu pagi ini bersama dengan rombonganmu ketika kubuka pintu rumah setelah mendengar ketukan bertubi-tubi. Aku rindu padamu, Rindu. Ingin aku memelukmu langsung, mencium bibir tipismu yang kamu oles dengan lipstik baby pink kesukaanmu. Tapi itu sudah tidak mungkin lagi, my Princess. Apalagi sekarang ada Panji disampingmu, orang yang sudah aku percaya sepenuhnya mampu menjagamu dan mendukungmu mewujudkan semua mimpi-mimpi yang pernah kamu ceritakan padaku dulu.

#####

Sudahlah Rindu, pergilah. Pergilah dari kehidupanku”. Usir Satria dengan nada halus meskipun Satria mengucapkannya dengan hati yang perih.

Satria, beri aku kesempatan membantumu meringankan segala bebanmu. Aku ingin”. Rayu rindu dengan menangis dan sambil memegang kedua lengan Satria. Tapi Satria tetap diam, memalingkan muka ke arah Panji yang berdiri agak jauh dari mereka berdua. Tak lama kemudian Satria menatap wajah Rindu tajam.

Rindu, dengan apa kamu membantuku meringanan segala bebanku? Menikah denganku? Atau menungguiku sampai ajal menghampiriku? Tidak Rindu, bukan itu yang aku mau. Aku tidak butuh belas kasihanmu.” Ucap Satria dengan nada marah, marah yang dibuat-buat tepatnya. Dan Rindu masih menangis, semakin keras.

Satria mengangkat wajah Rindu dan menatapnya. Kali ini dengan tatapan lembut. “My Princess, kau ingin meringankan segala bebanku kan? Hadapi masa depanmu dengan Panji, laki-laki yang selalu ada dalam alam bawah sadarmu. Karena kebahagiaanmu, Sayang, adalah kebahagianku juga. Please”. Pinta Satria dengan mata berkaca-kaca.

Dan Rindu masih menangis. Kali ini lebih keras.

####

Bagaimana kelanjutan kisah Rindu??? Q berikan lempar tongkat estafetnya ke gerbongers. Atau kembali ke Mbak G??? Hehehehee, yang penting dah gak bejubel di otak nech Rindu. Urutan kisah Rindu : Dua Minggu Mencari Kisah adalah :

G -> Endah Raharjo -> Sari Novita -> Rahmi Hafizah -> Winda Krisnadefa -> Deasy ->Indah Wd -> Ria Tumimomor-> Mommy -> Ranti Tirta-> Mariska Lubis-> Bahagia Arbi -> Sri Budiarti -> Meliana Indie -> Lia Agustina -> Vira Classic-> Kine Risty-> Princess e Diary > Miss Rochma

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun