Jiwa Nasional adalah jiwa yang cinta tanah air dan lebih mementingkan kepentingan bangsa dan negara. Untuk menanamkan jiwa nasionalisme ini kita perlu kenal negara kita, kenal sistemnya, kenal budayanya, kenal tokoh-tokoh sejarahnya. Hal itu akan membantu untuk menanamkan jiwa nasional kita.
Melihat fakta yang sekarang terjadi, banyak oknum pejabat yang hanya mementingkan dirinya dan golongannya saja. Padahal katanya, tujuan mereka itu untuk rakyat, janji mereka akan ditepati demi kepentingan rakyat, mereka bersama rakyat. Nyatanya? Tidak sama sekali. Mereka hanya memperjuangkan apa yang menguntungkan untuk mereka.
Sikap nasionalisme ini akan tumbuh seiring pemahaman kita terhadap negara dan bagaimana orang-orang yang memimpinnya. Kita sebagai rakyat pasti mencontoh dari pemimpinnya. Apa yang pemimpin lakukan, itu akan dilihat oleh rakyatnya. Kita bisa melihat nasionalisme seorang pemimpin saat dia benar-benar ikhlas dan tulus tanpa pamrih melayani rakyatnya, mengutamakan kepentingan rakyatnya dibanding dirinya dan golongannya. Ia mengajak semua untuk bersatu mensejahterakan rakyatnya, tak ada sedikitpun niatan untuk memperkaya dirinya.
Untuk menanamkan sikap nasionalisme ini, harus diajarkan sejak dini, terutama di sekolah dasar. Ceritakan bagaimana perjuangan para pahlawan, berikan contoh konkrit agar mereka benar-benar melihat 'pahlawan' di 'dunia' mereka. Ceritakan keindahan dan kekayaan alam Indonesia ini agar tumbuh rasa ingin menjaga dari diri mereka. Dan berikan mereka kegiatan yang mencerminkan sikap nasionalisme. Dan jangan lupa untuk memperdengarkan mereka lagu-lagu nasional, karena itu juga akan membantu karakter mereka yang cinta tanah air.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H