Nama : Mirna_2410416220001
Kelas : A
Mata Kuliah : Pengantar Lingkungan Lahan Basah
Dosen Pengampu : Dr. Rosalina Kumalawati, S. Si, M. Si.
Mahasiswa S1 Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi GeografiÂ
Apa lahan basah itu?
   Lahan basah terjadi dimana air bertemu dengan tanah. Contoh dari lahan basah antara lain bakau, lahan gambut, rawa-rawa, sungai, danau, delta, daerah dataran banjir, sawah, dan terumbu karang. Lahan basah ada di setiap negara dan di setiap zona iklim, dari daerah kutub sampai daerah tropis, dan dari dataran tinggi sampai daerah kering.
Jenis Lahan Basah
   Secara umum lahan basah dikategorikan menjadi lahan basah alami dan buatan. Namun, secara spesifik jenis-jenis lahan basah lebih beragam. Berikut ini beberapa jenis lahan basah dan ciri-cirinya mencakup:
1. Lahan Gambut
  Lahan gambut merupakan jenis lahan basah yang terbentuk dari akumulasi bahan tanaman mati dan membusuk. Lahan gambut mengandung bahan organik yang cukup tinggi sehingga termasuk lahan yang subur.
2. Kawasan RawaÂ
  Rawa juga termasuk wilayah Wetland (Lahan Basah ) wilayahnya yang selalu tergenang air sepanjang tahun dengan ketinggian air yang tidak menentu, kadang dangkal kadang pula tinggi dan cukup dalam.
3. Hutan MangroveÂ
  Manfaat hutan mangrove sangat penting sebagai salah satu jenis lahan basah dikarenakan sebagai ekosistem yang menunjang kehidupan satwa dan makhluk hidup lain, sebagai tempat menampung karbon, mengurangi abrasi pantai, banjir rob di kawasan pesisir serta menjadi penahan dari pasang surut air laut yang berpotensi pada gelombang besar seperti tsunami.
4. Lahan Basah MineralÂ
   Lahan basah mineral adalah sebuah ekosistem yang kerap dijumpai di pinggiran sungai, terutama wilayah perairan yang mengalami pembentukan delta. Kawasan ini terbentuk dari air laut atau banjir yang menggenangi daratan dan sifatnya hanya sementara.
5. Lahan Basah Dataran TinggiÂ
   Lahan basah dataran tinggi merupakan kawasan dengan kemampuan untuk menyimpan air dengan baik. Sumber air yang tersimpan pada lahan basah dataran tinggi adalah air hujan dan pencairan dari gletser.Selain itu, lahan basah dataran tinggi juga mendukung pertumbuhan vegetasi untuk mengurangi erosi dan menjaga aliran air agar lebih stabil dan tidak menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor maupun kekeringan di kemudian hari atau ketika musim kemarau.
6. Kawasan Riparian
   Kawasan riparian menjadi peralihan antara daerah sungai dengan daratan. Kawasan pinggiran sungai ini menjadi tempat hidup vegetasi riparian yang kaya dan mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi. Vegetasi riparian memiliki fungsi diantaranya sebagai habitat untuk kehidupan beragam fauna, mencegah erosi di tepian sungai dan menjaga kualitas air sungai.
7. Lahan Basah ArtikÂ
  Lahan basah artik ini terdiri atas lahan gambut, sungai, danau, dan teluk dangkal yang menutupi hampir 60% permukaan di kutub utara. Lahan basah artik menjadi penting karena menjadi habitat flora fauna yang unik, terutama fauna yang melakukan migrasi. Jenis lahan basah artic juga menyimpan cadangan karbon organik yang besar dalam tanah, sehingga membantu bumi untuk tidak mengalami perubahan iklim yang cepat.
Mengapa lahan basah itu penting?
   Lahan basah meliputi sebagian kecil dari permukaan bumi ini, namun merupakan sistem yang sangat penting bagi alam seperti pembuluh darah bagi seluruh bentang alam. Kekayaan alamnya sangat besar dan penting untuk kehidupan manusia. Lahan basah berfungsi sebagai sumber dan pemurni air, pelindung pantai dan penyimpan karbon terbesar di planet ini. Lahan basah juga sangat penting untuk pertanian dan perikanan. Oleh karenanya dunia tanpa lahan basah seperti dunia tanpa air.
Beberapa ciri-ciri dari lahan basah antara lain sebagai berikut:Â
1. Tanahnya jenuh akan air.
2. Air yang menggenangi bersifat permanen maupun musiman.
3. Sebagian atau seluruh wilayahnya digenangi lapisan air yang dangkal.
4. Memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
5. Merupakan lahan yang bersifat subur.
Observasi ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan lahan basah dan potensinya. Berikut beberapa hasil foto dari observasi lapangan langsung yang saya kunjungi:
A. Tanaman Pangan
   Tanaman pangan adalah segala jenis tanaman yang dapat menghasilkan karbohidrat dan protein, oleh karena itu tanaman pangan menjadi sumber utama makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Ketersediaan pangan mempengaruhi stabilitas ketahanan pangan.
B. Holtikultura Buah
   Pengembangan produk hortikultura merupakan produk yang sangat dibutuhkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Jumlah penduduk Indonesia yang besar sesungguhnya merupakan peluang bagi pasar domestik yang potensial apabila promosi akan pentingnya mengkonsumsi produk hortikultura yang meliputi, pengetahuan, apresiasi serta taraf hidup masyarakat bisa di tingkatkan.
   Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa lahan basah di wilayah ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga sebagai tempat kegiatan ekonomi masyarakat. Penting untuk terus melakukan pengelolaan yang benar agar lahan basah dapat terus memberikan manfaatnya tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai pentingnya peran lahan basah.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H