Gaya desain modern merupakan gaya desain yang muncul pada pertengahan abad ke-20 . Ciri Gaya desain Modern antara lain: Denah Terbuka dan Fungsional, Garis-Garis Rumah yang Minimal, Perpaduan Material Modern dan Tradisional, Minim Sekat, Pencahayaan Alami yang Maksimal, Atap yang Tinggi dan Luas, Penggunaan Warna Netral.
Gaya desain kontemporer identik dengan kesan kekinian, sifatnya dinamis dan tidak terikat pada masa apa pun (mengikuti trend) di masa ini dan bisa berubah mengikuti zaman  (Virgitta, 2020). Ciri desain Kontemporer antara lain: Furniture Minimalis, Minim Sekat, Lantai Polos, Perpaduan Elemen Garis Lurus dan Geometris, Pencahayaan Alami yang Maksimal, Penggunaan Warna Netral, Material Natural, Menggunakan Teknologi Canggih. Untuk menciptakan penggabungan gaya desain modern dan kontemporer ada beberapa poin yang harus diperhatikan agar kita bisa merealisasikannya. Berikut merupakan beberapa Tips & Trick yang dapat diperhatikan.
1. Minim SekatÂ
Konsep ruang terbuka merupakan salah satu ciri dari desain modern kontemporer, dimana denah dan penataan ruang minim adanya sekat ruangan dan tembok. Fungsi ruang yang digabung menjadi sebuah ruang luas sering dijumpai pada desain-desain kontemporer. Sekat yang terbuat dari tembok atau bahan permanen lainnya akan menimbulkan kesan sempit, oleh karena itu perlu untuk menggabungkan beberapa ruangan agar nuansa interior tampak lebih luas. Ruang tanpa sekat ini cocok untuk penggunaan pada living room atau ruang keluarga sehingga nuansa kehangatan dan kebersamaan lebih terasa.
2. Pencahayaan Alami yang Maksimal
Jendela dan bukaan yang besar merupakan hal yang banyak ditemukan pada bangunan desain modern kontemporer. Karena gaya desain ini sangat identik dengan pencahayaan alami yang maksimal dan penggunaan kaca sebagai sekat antar ruangan. Rumah dengan interior kontemporer juga sering menggunakan jendela-jendela berukuran besar dan skylight supaya suasana ruang selalu terang dari pagi hingga sore. Selain membuat rumah terkesan lebih nyaman dan cerah, hal ini juga efektif untuk menghemat penggunaan listrik.
3. Material Natural
Desain interior kontemporer kerap mengandalkan material natural seperti kayu asli, kayu hasil daur ulang, batu-batuan alam, besi, dan beton. Material organik seperti batu-batu alam, berbagai jenis tekstil, dan panel-panel kayu daur ulang juga dapat menjadi alternatif. Pemilihan material alami sering digunakan tanpa proses finishing supaya kesan alaminya lebih menonjol dan terlihat lebih menawan namun sederhana. Pemilihan material harus berkualitas bila ingin mengusung gaya kontemporer agar material tersebut tahan lama meskipun tidak melewati proses finishing.
4. Penggunaan Warna Netral
(Sumber: Decoraid)
Penggunaan warna-warna netral seperti putih, hitam, dan abu-abu yang dipadupadankan dengan aksen warna kontras seperti merah, kuning, biru, dan warna lainnya untuk hadirkan kesan lebih artistik dan dinamis sehingga tidak terkesan monoton. Penggunaan warna-warna tersebut juga dapat memberikan kesan ruangan lebih luas. Pemilihan warna interior senada pada setiap ruangan akan mengurangi kesan sempit dan menambah keserasian dalam ruang.
5. Perpaduan Elemen Garis Lurus dan Geometris
Elemen garis sering digunakan sebagai dekorasi karakter desain ruang daripada sebagai ornamen-ornamen klasik. Garis lurus tersebut biasanya terlihat pada lukisan, bentuk pegangan tangga, dan bentuk furniture yang digunakan. Ornamen-ornamen dengan garis lurus tidak terkesan membosankan dan tetap tampil menarik walaupun tren interior senantiasa berubah. Sebagai alternatif, penambahan elemen-elemen geometris dapat dilakukan, misalnya meja berbentuk bundar agar interior rumah bernuansa dinamis.
6. Atap yang Tinggi dan Luas
(Sumber: Dekoruma)
Atap yang tinggi berperan penting dalam menimbulkan kesan luas pada suatu bangunan meskipun luas bangunan sebenarnya tidak terlalu besar. Salah satu fungsinya adalah sebagai tempat membangun mezzanine (merupakan lantai di tingkat tertentu pada sebuah bangunan, yang sebagian terbuka atau yang tidak mencakup seluruh luasan gedung, sehingga terdapat sebagian ruang yang tidak terbagi antara lantai di bawahnya dan langit-langit lantai tersebut. Namun, istilah ini juga sering digunakan untuk lantai di atas lantai dasar, terutama lantai dasar yang aslinya sangat tinggi, tapi dibuat terpisah sebagian menjadi dua lantai) dan menciptakan kesan terbuka. Jika menggunakan atap yang rendah maka ruangan juga akan terlihat sempit.
7. Perpaduan Material Modern dan Tradisional
Material umum yang digunakan untuk membangun hunian modern adalah baja, beton, besi, dan kaca transparan. Namun, materialnya bisa dipadukan dengan bahan tradisional seperti kayu, batu alam, batu bata. Dll. Perpaduan material ini banyak digunakan pada interior maupun perabot dari ruangan.
Demikian beberapa tips & trick yang dapat digunakan untuk mendesain interior gaya desain modern kontemporer. Gaya desain ini juga bisa dipadukan dengan gaya desain yang lainnya pula sesuai selera masing-masing. Tunggu apalagi, segera terapkan ini ke interior rumah impian !
Sumber:
1. Virgitta, Kresna. 2020. Desain Interior: Teori dan Praktik
2. Khoirunisa, Isnaini. 2016. Definisi Gaya Kontemporer pada Ruangan
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H