Apalagi mereka tinggal di desa yang akses ke perpustakaan daerah sangatlah jauh. Keinginan mereka kemudian disampaikan kepada salah satu klub sepeda motor yang saat itu berkunjung ke daerah mereka.
Desa Sumurugul memang dikenal sebagai desa potensial karena daerah tersebut memiliki banyak potensi alam entah itu tempat wisata (ada Curug Cipurut didaerah tersebut) maupun hasil pangan seperti Teh, Kopi, Pala, Padi dan Cengkeh.Â
Suasananya yang asri, sejuk, dan jauh dari perkotaan menjadi pilihan favorit masyarakat dari luar terutama pelancong dan mahasiswa untuk berkegiatan di daerah tersebut. Selain itu di tahun ini Desa Sumurugul dinobatkan sebagai Desa Terbersih se-Kabupaten Purwakarta
Pertemuan Bam, Darda, dan kawan-kawannya dengan anggota klub motor dari Bandung tersebut kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Perpusdes Sumurugul. Klub motor tersebut kemudian memberikan sumbangan lebih dari seribu buku kepada Bam dan kawan-kawan.Â
Karena saat itu belum mempunyai tempat untuk menyimpan buku, maka Darda mengizinkan rumahnya untuk dijadikan tempat anak-anak membaca buku yang kemudian mereka para pemuda hebat mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM).
Seiring waktu berjalan Taman Baca Masyarakat berubah nama menjadi Perpustakaan Desa (Perpusdes) dan sudah mempunyai ruangan perpustakaan yang tetap yaitu di salah satu bangunan milik warga yang bangunannya diwakafkan untuk sarana kegiatan masyarakat dengan alamat resmi di Kampung Krajan RT 06/03 Desa Sumurugul.
Di tahun 2021, Perpusdes Sumurugul yang memiliki Nama Perpustakaan Kawah Chandra Dimuka Dharma Temaja berhasil meraih Predikat sebagai Perpustakaan Desa Terbaik Dalam Implementasi Program Transformasi Berbasis Inklusi Sosial (TBIS) Tingkat Provinsi Jawa Barat.Â
Seperti kita ketahui bahwa Program TBIS mengarahkan perpustakaan desa, sekolah atau komunitas agar berperan dalam memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki agar bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar perpustakaan.Â
Perpusdes Sumurugul berhasil mengajak para warga sekitar untuk memanfaatkan hasil tanam yaitu biji pala yang kemudian diolah menjadi sirup dan hasilnya dijadikan sebagai oleh-oleh khas Desa Sumurugul.
Perpusdes Desa Sumurugul juga sudah terdaftar di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebagai perpustakan desa sehingga mendapat bantuan dari Perpusnas berupa buku dan tiga paket komputer. Sudah tersedianya fasilitas yang memadai, selain perpustakaan buka setiap hari juga diadakan pelatihan komputer setiap hari minggunya bagi anak-anak.