Perjanjian Dagang Bebas (Free Trade Agreement, FTA) merupakan suatu perjanjian antar negara yang bertujuan untuk menghapuskan hambatan perdagangan antar negara, seperti tarif, subsidi, dan proteksi lainnya. Indonesia sendiri telah menandatangani beberapa FTA, diantaranya adalah ASEAN Free Trade Area (AFTA), Japan-ASEAN Free Trade Area (JAFTA), dan Korea-ASEAN Free Trade Area (KAFTA).
Pengaruh FTA terhadap perekonomian Indonesia cukup signifikan. Pertama, FTA dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke negara-negara yang telah terikat dalam perjanjian tersebut. Hal ini dapat terjadi karena tarif ekspor Indonesia ke negara-negara terkait akan menjadi lebih rendah, sehingga menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.Â
"Ekspor Indonesia ke Jepang meningkat sebesar 9,6% pada tahun 2018 setelah diterapkannya KAFTA" Menurut Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, 2019
Kedua, FTA dapat meningkatkan investasi asing di Indonesia. Negara-negara yang telah terikat dalam perjanjian dagang bebas akan lebih mudah melakukan investasi di Indonesia karena hambatan perdagangan yang lebih rendah. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan produksi dan lapangan kerja.
Namun, ada juga beberapa risiko yang harus diperhatikan dalam implementasi FTA. Salah satunya adalah ancaman terhadap industri dalam negeri, terutama bagi industri kecil dan menengah. Hal ini dapat terjadi karena produk-produk dari negara-negara lain yang telah terikat dalam FTA akan lebih mudah masuk ke pasar Indonesia, sehingga mengganggu persaingan dengan produk dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa industri dalam negeri tidak terlalu terpengaruh oleh FTA melalui mekanisme perlindungan yang tepat.
Secara keseluruhan, pengaruh FTA terhadap perekonomian Indonesia tergantung pada bagaimana pemerintah dan pelaku usaha dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dengan memperhatikan risiko yang ada dan menerapkan strategi yang tepat, FTA dapat menjadi peluang bagi perekonomian Indonesia untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H