Sumber Waras menjual lahan tersebut seharga Rp 15,500 juta per meter persegi atau lebih tinggi dari NJOP pada saat itu. Jika dijumlah, harga yang ditawarkan Sumber Waras dikali luas lahan yang dibeli seluas 36.441 meter, maka didapatkan jumlah pembayaran sebesar Rp 564 miliar.
Tepatnya 564.835.500.000.
Jika kita hitung, Rp 756.322.955.000 – Rp 564.835.500.000 = Rp 191.497.455.000.
Artinya SANGAT MASUK AKAL, JIKA BPK MENGATAKAN ADA SELISIH ANGKA 191 MILYAR.
Yang kemudian menjadi sangat lugu adalah BPK berulang kali ngotot mengatakan bahwa lokasi Rumah Sakit Sumber Waras ada di Tomang Baru.
Ini beneran lucu.
Kalau menurut BPK, lahan itu ada di Tomang Utara, maka seharusnya BPK menghitung kerugian negara dengan NJOP Tomang Utara. Dan NJOP Tomang Utara adalah 7 juta.
Ini hitungannya, kalau BPK menghitung dengan  NJOP Tomang Utara, dan yang dikatakan sebagai kerugian negara adalah (Rp 20.755.000 – Rp 7000.000) X 36.411 = 501.245.955 milyar!!
[caption caption="Lihat dan hitung aja. BPK mau pakai cara apa? Mau pakai NJOP Tomang Utara atau pakai penawaran Ciputra" dok pri]
Wadaw....
Jadi mana yang benar?