Tapi bagaimana jika saya tampilkan tabel yang lebih kecil, untuk melihat rekor pertemuan kedua tim di ajang Copa America saja? Yuk kita simak tabel dibawah ini.
Apa artinya? Artinya, jangan menganggap remeh Paraguay!! Terlebih lagi jika kita melihat 5 pertemuan terakhir. Dalam pertandingan normal, 2 x 45 menit, Paraguay menang 1 kali, berhasil menahan imbang 2 kali dan kalah 2 kali (bahkan, dalam adu penalti Paraguay justru berhasil mengalahkan Brazil dengan skor 2-0!!). Fakta itu yang perlu diketahui bersama.
Mari kilas balik sejenak ke pertandingan sebelumnya dibabak penyisihan group.
Paraguay sukses menjungkir balikan semua prediksi ketika mereka berhadapan dengan Argentina dipertemuan pertama. Setelah tertinggal 0-2 di paruh pertama, tapi di paruh kedua, Paraguay mampu bangkit dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Bravo Paraguay!!!
Dipertandingan kedua, Paraguay berhasil mengalahkan Jamaika dengan skor 1-0, yang membuat Jamaika bersiap siap berkemas, untuk pulang kampung (karena dipertandingan sebelumnya, Jamaika juga kalah 0-1 ketika berhadapan dengan Uruguay)
Sukses mengantongi 4 poin dari 2 pertandingan, membuat posisi Paraguay langsung aman, damai dan sentosa. Partai terakhir melawan Uruguay bisa dibilang tidak penting lagi, karena sebelumnya, di group A, terjadi aksi saling bantai, Mexico yang mempunyai poin 2, berhasil dihajar 1-2 oleh Ekuador yang belum dapat poin. Dengan hasil tersebut, Mexico dan Ekuador dua duanya harus pulang kampung dan secara tidak langsung ikut membantu meloloskan Paraguay ke perempat final.
Tidak ada yang istimewa dari pemain Paraguay. Dari total 23 pemain yang dibawa Ramon Diaz, ke Copa America, hanya ada 4 nama yang bermain di kancah eropa. Nelson Haedo Valdez bermain di Eintracht Frankfurt, Jerman, Derlis Alberto Gonzalez Galeano, di Basel, Swiss, Lucas Barrios, di Spartak Moscow, Rusia dan Raul Bobadilla, yang merumput di Augsburg, Jerman. Tapi ke 4 nya adalah penyerang! Paraguay masih juga mengandalkan Roque Santa Cruz penyerang “veteran” yang sekarang hanya merumput di Cruz Azul, liga Mexico.
Paraguay sudah membuktikan bahwa mereka bukanlah tim kacangan, yang bisa dipandang sebelah mata. Walaupun hanya bermodalkan sebagian besar pemain yang berlaga di liga Amerika Latin, dan semangat pantang menyerah, tapi mereka bisa sukses melesakan 4 gol ke gawang lawan dan melaju ke perempat final.