Jurnalisme warga atau lebih sering kita dengar dengan istilah citizen journalism. Istilah yang muncul seiring dengan berkembangnya media digital di dunia. Â
Lantas sebenarnya apa arti dari citizen journalism itu sendiri?
Citizen journalism merupakan kegiatan jurnalis yang dilakukan oleh orang-orang bukan dari kalangan jurnalis professional.
Tentunya berbeda dengan jurnalis professional yang bekerja pada media tertentu sedangkan jurnalisme warga tidak demikian.
Kecepatan informasi menjadi penanda utama dalam citizen journalism, sehingga sering kali berita-berita yang tersampaikan kurang akurat dalam memberitakan sebuah isu tertentu.
Kelebihan dan kekurangan citizen journalism
Penanda utama dalam citizen journalism adalah kecepatan informasi, hal ini menjadi bagian dari kelebihan citizen journalism itu sendiri. Jika dibandingkan dengan proses produksi media massa, mulai dari mengirim reporter ke lapangan,proses penyuntingan hingga memproduksi berita tersebut sampai bisa ditayangkan ke media digital maupun cetak. Tentunya membutuhkan proses yang lebih lama daripada berita citizen journalism. Selain kecepatan, ada beberapa kelebihan lainnya dari citizen journalism.
Berita yang disebarkan tanpa sensor memberi penulis kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai metode peliputan yang menarik dan lebih interaktif. Tidak adanya sensor juga menjadikan berita lebih cepat dan sumber berita menjadi lebih responsif dan tidak mempercepat publikasi.
Transparansi dalam informasi juga meningkat karena memungkinkan berita yang disebarkan tanpa intervensi dari pihak ketiga.
Namun, ketidakberadaan sensor dalam berita citizen journalism juga memiliki resiko bagi penulis dan pembacanya. Potensi tersebarnya informasi palsu atau hoaks dapat merugikan masyarakat karena tidak adanya verifikasi dari informan.
Jika dalam dunia jurnalisme terdapat istilah agenda setting, maka itu tidak berlaku dalam citizen journalism. Hal ini memperbanyak warga yang memproduksi berita dan semakin banyak pula informasi yang diterima oleh masyarakat.
Menurut Maxwell McCombs dan Donald Shaw (1968), agenda setting adalah teori dan proses yang berkaitan dengan cara media massa mempengaruhi perhatian publik terhadap isu-isu tertentu dengan cara menentukan, memilih dan memberikan prioritas kepada topik-topik tertentu dalam liputannya.
Di sisi lain, karena tidak adanya agenda setting dalam citizen journalism ini berdampak besar pada opini publik dan pembuatan kebijakan. Masyarakat menyoroti isu-isu yang dianggap penting yang dapat memengaruhi pemilihan politik, pendapat publik serta tindakan pemerintah. Oleh karena itu, berita membutuhkan agenda setting.
Media platform citizen journalism di Indonesia
Di Indonesia, tentu terdapat beberapa media platform yang memfasilitasi adanya citizen journalism.
Berikut adalah 5 contoh media tersebut:
- Kompasiana adalah salah satu platform citizen journalism yang paling populer di Indonesia. Di sini, warga dapat menulis artikel, berbagi berita, dan mengunggah cerita mereka tentang berbagai topik. Kompasiana memiliki beragam kategori, mulai dari berita, opini, budaya, hingga hobi.
- DetikCitizen adalah bagian dari situs berita Detik.com yang mengundang warga untuk berpartisipasi dalam pelaporan berita. Pengguna dapat mengirimkan foto, video, dan laporan tentang peristiwa-peristiwa terkini di sekitar mereka.
- Citizen6 adalah platform citizen journalism yang dikelola oleh CNN Indonesia. Warga dapat berkontribusi dengan mengirimkan berita lokal, opini, atau liputan khusus tentang isu-isu yang penting bagi mereka.
- Tirto.id adalah portal berita independen yang terbuka untuk kontribusi pembaca. Mereka mempublikasikan opini dan analisis dari pembaca yang ingin berbagi pandangan mereka tentang berita dan isu-isu terkini.
- Suara.com memiliki ruang khusus untuk berita warga yang disebut "Suara Anda." Di sini, warga dapat mengirimkan cerita, foto, dan video yang terkait dengan berita dan peristiwa.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI