Pengertian Penyembahan
Penyembahan memiliki banyak definisi, bahkan dalam Alkitab ada berbagai bentuk penyembahan yang dilakukan oleh umat-Nya. Penyembahan merupakan kata-kata pemujaan yang diucapkan dengan kerendahan hati dan penuh rasa hormat karena rasa kagum kita kepada Yesus yang kita sembah.[3] Â Penyembahan dapat berupa tanda ucapan syukur (Keluaran 4:31), penyerahan (1Samuel 1:28), bahkan juga pertobatan (Mazmur 22:27,29) yang berasal dari dalam hati nurani kita. Â
Ketika kita masuk dalam hadirat Tuhan melalui penyembahan, maka kita akan menjadi transparan yang artinya hati kita jujur dan jiwa kita merindukan Dia yang kita sembah.[4] Â Penyembahan pada Allah seharusnya bukanlah sesuatu yang kaku atau dibuat-buat, tetapi haruslah menjadi sesuatu yang mengalir secara spontan dari benih kehidupan Allah yang kekal yang ada di dalam kita.[5] Â Penyembahan yang benar akan membawa kita ke dalam hadirat-Nya dan dipenuhi oleh roh-Nya yang mampu membuat kita menjadi insaf akan dosa (Yohanes 16:8).
Â
Pentingnya Penyembahan
Penyembahan kepada Tuhan harus digenapi di setiap kehidupan orang percaya. Â Dalam Wahyu 15:4 mengatakan hanya Yesus saja yang kudus dan semua bangsa akan sujud menyembah kepada-Nya. Â Dan dalam kitab Yesaya 49:7, nabi Yesaya berkata bahwa perbuatan Yesus akan disaksikan dengan arti akan digenapi dan setiap yang melihat perbuatan-Nya akan sujud menyembah karena Tuhan Yesus adalah setia dan Maha Kudus. Â Ayat ini juga menyatakan kita harus menyembah kepada Tuhan Yesus karena Tuhanlah yang telah memilih kita.Â
Satu hal yang harus kita ketahui, kita diselamatkan untuk menyembah. Â Tujuan penebusan adalah menghasilkan penyembah-penyembah.[6] Â Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang percaya harus mengutamakan hal-hal yang berbaur surgawi dibanding hal-hal duniawi sekalipun itu sangat dibutuhkan oleh tubuh kita (Mat 6:33-34). Â Dalam Matius 4:9 Yesus dengan kerendahan hati-Nya, menunjukkan kesetiaan penyembahan-Nya hanya kepada Bapa di surga. Â Maka kita sebagai ciptaan dan pengikut-Nya haruslah juga menyembah, menyembah hanya kepada satu nama yaitu kepada Yesus Tuhan kita yang kudus dan mulia.Â
Menyembah memiliki pengaruh besar bagi setiap orang dan bahkan lingkungannya. Â Manfaat penyembahan antara lain: Menyingkirkan hambatan-hambatan,[7] memiliki keberanian untuk bersaksi,[8] dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.[9]
Â
Cara dan Sikap dalam Penyembahan
 Ada beberapa cara kita menyikapi penyembahan untuk menjadi penyembahan yang benar dan berkenan di hadapan Tuhan, yaitu:
- (Yohanes 9:38) Setiap orang yang ingin menyembah harus terlebih dahulu percaya kepada-Nya untuk bisa menyembah-Nya.
- (Mazmur 96:9) Kuduskanlah diri kita ketika hendak datang menyembah-Nya, mintalah pengudusan yang dari kuasa darah-Nya. Â Sebab Ia kudus, maka kita pun harus menguduskan diri kita.
- (Mazmur 95:6) Musa menghormati Tuhan dalam penyembahannya dengan cara sujud dan berlutut. Â Hal ini juga menjadi tanda penyerahan kita dan tanda bahwa kita merendahkan hati kita untuk meninggikan nama Tuhan yang kita sembah.
- (Matius 2:2) Menyembah juga merupakan pengorbanan/tanda kita membayar harga kepada Tuhan Juru Selamat kita. Â Persembahan yang kita bawa sebagai tanda sembah kita haruslah yang terbaik yang ada pada kita, yang mampu kita beri dengan sukacita.
- (Lukas 7:38) Membuka diri dengan segala keterbatasan yang ada untuk menyembah Tuhan, dan rela melayani meski banyak kekurangan, namun tetap percaya bahwa Tuhan telah layakkan setiap orang yang ingin datang kepada-Nya dengan ketulusan hati.
- (Markus 12:29-30) Merupakan panggilan untuk menyembah, yang menegaskan bahwa penyembahan sebagai prioritas yang universal.[10]
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa penyembahan adalah perkataan yang berasal dari pikiran dan hati kita di bawah pimpinan Roh Kudus dengan tujuan memuliakan nama Tuhan. Â Penyembahan tidak terfokus pada diri kita melainkan hanya terfokus pada satu nama yaitu Yesus Kristus. Â Penyembahan yang benar memberi manfaat yang besar yang berdampak besar bagi kehidupan anak-anak-Nya. Â Salah satu yang dapat dilakukan untuk menyenangkan hati Tuhan adalah menyembah hanya kepada-Nya (Keluaran 20:5).
Â
Pesan
Menyembahlah hanya kepada nama-Nya, dalam keadaan apapun dan di mana pun berada. Â Berilah yang terbaik dari segala yang bisa kita beri dan lakukan dalam penyembahan kita. Â Yohanes 4:24 memberitahu bahwa suatu keharusan untuk menyembahnya di dalam roh dan kebenaran. Â Biarlah kita menjadi penyembah-penyembah yang berkenan bagi-Nya. Â Penulis mengharapkan agar tidak hanya membaca, namun dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Â Sehingga bila cara kita salah selama ini, kita dapat memperbaikinya.
Demikianlah yang dapat saya jelaskan mengenai penyembahan. Â Kiranya saudara-saudari dapat memaafkan kesalahan dalam penulisan. Â Terima kasih, shalom, Tuhan Yesus memberkati kita semua.
[1] Darlene Zschech, Penyembahan Yang Luar Biasa (Jakarta: Immanuel, 2003), 26.
[2] Billy Sindoro, Worship Revolution (Jakarta: Metanoia, 2001), 1.
[3] Darlene Zschech, Penyembahan Yang Luar Biasa, 29.
[4] Ibid, 169.
[5] Sadhu Sundar Selvaraj, Seni Menyembah: Menjadi Penyembah yang Dicari Tuhan (Jakarta: Nafiri Gabriel,1996), 20.
[6] John MacArthur, Jr, Prioritas Utama Dalam Penyembahan (Bandung: Yayasan Kalam Kudus, 1983), 37.
[7] Ibid, 193.
[8] David Swan, Kuasa Penyembahan Profetik (Jakarta: Dapertemen Penerbitan IHO, 1999), 103.
[9] Billy Sindoro, Worship Revolution (Jakarta: Speed Plaza Blok B/23, 1999), 11.
[10] John MacArthur, Jr, Prioritas Utama Dalam Penyembahan, 10.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI