Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara

Penulis Buku: - "Spiritual Great Leader" - "Merancang Change Management and Cultural Transformation" - "Penguatan Share Value and Corporate Culture" - "Corporate Culture - Master Key of Competitive Advantage" - "Aktivitas Ekonomi Syariah" - "Model Dinamika Sosial Ekonomi Islam" Menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman agar menjadi manfaat bagi orang banyak dan negeri tercinta Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Petang Megang di Pekanbaru: Memelihara Tradisi Balimau Kasai dalam Menyambut Bulan Ramadan

20 Maret 2024   08:13 Diperbarui: 20 Maret 2024   09:59 920
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumentasi Merza Gamal, Photographer: Rasmin & Defizal/Riau Pos

Di tengah hiruk-pikuk Kota Pekanbaru, terdapat sebuah momen yang menggambarkan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Riau, yaitu: Petang Megang. Merupakan bagian dari tradisi Balimau Kasai, ritual ini menjadi perayaan yang dinantikan untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan.

Pada tanggal 11 Maret 2024, tepian Sungai Siak di Pekanbaru menjadi saksi bisu dari kehadiran Petang Megang yang istimewa. Suasana dipenuhi dengan aroma segar jeruk limau yang menggugah semangat kebersamaan dan keagamaan. Masyarakat Pekanbaru berkumpul dengan penuh antusias untuk mengikuti ritual kuno ini, di mana setiap gerakan diiringi dengan doa-doa yang khusyuk.

Pada acara tersebut, seremonial dilakukan oleh Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru bersama istri, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan masyarakat yang menjalankannya. Seremonial ini menjadi momen yang mengesankan, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan memelihara keberagaman budaya yang ada.

Tidak hanya menjadi perayaan untuk masyarakat umum, Petang Megang juga menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. Pj Walikota Pekanbaru bersama istri memberikan perhatian khusus kepada beberapa perwakilan anak yatim, menghadirkan nuansa kehangatan dan kebersamaan yang memenuhi hati mereka.


Perbedaan Mandi Balimau Minangkabau dan Potang Balimau Kasai Melayu Riau

Balimau Kasai pada masyarakat Riau memiliki kesamaan dengan Mandi Balimau adat Minangkabau di Sumatera Barat dalam penggunaan air jeruk limau dan pakaian adat. Akan tetapi, tradisi Balimau Kasai lebih difokuskan pada keberkahan dan kesejahteraan menyambut Ramadan, sementara Mandi Balimau Minangkabau lebih untuk membersihkan diri dari keburukan.

Selain itu, Mandi Balimau Minangkabau melibatkan ritual tertentu seperti doa dan penghormatan kepada nenek moyang, sedangkan Balimau Kasai lebih menekankan pada sosialisasi dan silaturahmi antar sesama. Tradisi ini juga menjadi potensi wisata budaya yang populer di daerah-daerah tempat dilaksanakannya.

Meskipun Mandi Balimau Minangkabau dan Potang Balimau Kasai memiliki tujuan yang serupa - membersihkan jiwa dan raga menyongsong Ramadhan - terdapat perbedaan yang menarik.

Mandi Balimau Minangkabau biasanya dilakukan di kolam atau sungai yang dianggap suci, sementara Potang Balimau Kasai dilakukan dengan memercikkan air jeruk limau atau balimau ke seluruh tubuh.

Menghormati Nilai-Nilai Agama dalam Pelaksanaan Tradisi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun