Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara

Penulis Buku: - "Spiritual Great Leader" - "Merancang Change Management and Cultural Transformation" - "Penguatan Share Value and Corporate Culture" - "Corporate Culture - Master Key of Competitive Advantage" - "Aktivitas Ekonomi Syariah" - "Model Dinamika Sosial Ekonomi Islam" Menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman agar menjadi manfaat bagi orang banyak dan negeri tercinta Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Guru Bukan Buruh: Mewujudkan Solusi Holistik untuk Guru Honorer di Indonesia

21 Juli 2023   21:22 Diperbarui: 21 Juli 2023   21:32 337
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Guru bukan sekadar pekerja atau buruh. Mereka adalah pendidik yang berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter, dan menanamkan nilai-nilai positif pada generasi penerus.

Namun di balik peran strategis ini, nasib guru honorer di Indonesia seringkali memprihatinkan. Sebagai pilar pendidikan, mereka dihadapkan pada sejumlah tantangan yang mempengaruhi kualitas pengajaran dan kesejahteraan mereka.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh guru honorer dan mencari solusi holistik untuk meningkatkan nasib mereka. Permasalahan yang saya kemukakan dalam tulisan ini adalah apa yang pernah saya lihat di lapangan sebagai seseorang yang pernah mengelola Yayasan Pendidikan yang memiliki sekolah berbagai tingkatan dari pra sekolah hingga perguruan tinggi.

1. Rendahnya Penghasilan dan Kesejahteraan

Guru honorer sering kali mendapatkan penghasilan yang jauh di bawah standar upah minimum daerah. Upah yang tidak memadai ini menyebabkan guru menghadapi ketidakpastian dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Solusi terbaik adalah memberikan penghasilan yang layak dan proporsional sesuai dengan beban kerja dan peran strategis guru sebagai agen perubahan pendidikan.

Jaminan kesejahteraan sosial seperti jaminan kesehatan dan pensiun juga harus diperhatikan untuk memberikan perlindungan bagi masa depan guru honorer.

Sebagai contoh, Finlandia, negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, menghargai guru dengan memberikan gaji yang kompetitif dan status sosial yang tinggi. 

Di Finlandia, Guru dianggap sebagai profesional pendidikan yang bermartabat dan mendapatkan pengakuan atas peran strategis mereka dalam pembangunan bangsa. Hal ini mendorong para guru untuk memberikan yang terbaik dalam proses mengajar dan mendidik siswa.

2. Beban Kerja yang Berat dan Kurangnya Dukungan

Guru honorer seringkali memiliki beban kerja yang berat, termasuk persiapan bahan ajar, mengajar, mendidik, mengevaluasi, dan bertanggung jawab terhadap perkembangan siswa. Hal ini seringkali menghambat fokus dan dedikasi guru pada proses pembelajaran.

Pemerintah perlu menyediakan akses pelatihan dan pengembangan profesional yang kontinu bagi guru honorer untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menghadapi tuntutan pembelajaran yang semakin kompleks.

Jepang, negara dengan sistem pendidikan yang sukses, memberikan dukungan yang komprehensif bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Mereka memberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti pelatihan dan kursus yang relevan, sehingga guru dapat terus meningkatkan kompetensinya.

Selain itu, sistem evaluasi yang efektif juga diterapkan untuk membantu guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran.

3. Pengakuan Profesi dan Kesejahteraan Guru

Guru honorer sering kali merasa kurang diakui sebagai pendidik yang memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengakuan atas peran dan dedikasi mereka harus diperkuat oleh pemerintah dan masyarakat.

Mengakui guru sebagai pilar pembangunan nasional di bidang pendidikan akan memotivasi mereka untuk memberikan yang terbaik bagi siswa dan masa depan bangsa.

4. Marketplace Guru: Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Peluang Kerja

Konsep Marketplace Guru dapat menjadi solusi untuk meningkatkan peluang kerja bagi guru honorer. Dengan memanfaatkan teknologi dan platform digital, guru honorer dapat menawarkan jasa mengajar secara online, meningkatkan fleksibilitas dan aksesibilitas pendidikan.

Namun, implementasinya harus diawasi dengan ketat untuk memastikan kualitas layanan dan keadilan bagi semua guru.

5. Kebijakan Holistik: Integrasi Berbagai Upaya untuk Guru Honorer

Tidak ada solusi tunggal yang dapat mengatasi semua permasalahan guru honorer. Kebijakan holistik yang mencakup peningkatan penghasilan, perlindungan sosial, pelatihan profesional, dan pengakuan profesi harus diterapkan secara bersamaan.

Integrasi berbagai upaya ini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan guru honorer dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Guru honorer adalah tulang punggung pendidikan di Indonesia. Meningkatkan nasib mereka adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik dan menghargai peran strategis guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan memberikan solusi holistik dan dukungan yang berkelanjutan, kita dapat membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi guru honorer dan generasi penerus bangsa.

Dari berbagai poin di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa Guru bukanlah sekadar buruh yang menjalani pekerjaan rutin, tetapi mereka adalah pilar pendidikan yang mewujudkan harapan dan impian bangsa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun