Keuntungan ERP dalam memberikan stabilitas, pelacakan, dan fungsionalitas manajemen kemampuan sudah cukup. Perusahaan seringkali mendapat manfaat dari inovasi vendor jika standar industri diterapkan, dan menciptakan nilai tanpa menyimpang dari standar. Penyesuaian apa pun yang dibuat oleh TI, perlu memberikan nilai yang cukup untuk mengimbangi pekerjaan yang diperlukan untuk mempertahankannya.
Pengelompokan kedua sistem tersebut akan menghasilkan peta kapabilitas  ERP yang membedakan dan yang tidak membedakan dan bagaimana mereka diatur.  Sebagian besar klasifikasi dapat dibuat pada tingkat tertinggi, namun ada beberapa area yang harus dipisah lebih jauh. Misalnya, mayoritas manajemen bermacam-macam dianggap sebagai fungsi komoditas, tetapi peramalan permintaan adalah hal yang membedakan perusahaan dari pesaingnya.
Peta kapabilitas ERP yang dirancang dengan baik juga akan membantu menentukan kelompok modul mana yang perlu ditingkatkan berdasarkan nilai bagi bisnis. Pandangan tersebut memberikan penyeimbang yang kuat terhadap norma yang berlaku di mana vendor menentukan batas fungsionalitas dan kebutuhan modernisasi. Situasi ini sering tercermin dalam fakta lapangan, dimana banyak perusahaan, pemangku kepentingan non-TI berbicara tentang proyek peningkatan "vendor ERP X" daripada proyek modernisasi "keuangan" atau "rantai pasokan". Sehingga akhirnya tidak sesuai dengan tujuan bisnis, malah memberikan keuntungan vendor yang dekat dengan pengambil keputusan no-TI.
Bagaimana agar fokus pada penurunan biaya dan risiko untuk peningkatan ke bagian sistem yang bernilai rendah dengan membagi fungsi dan kapabilitas dalam sistem ERP menjadi dua kelompok sebagaimana yang disampaikan di atas? Ikuti artikel selanjutnya, yang akan Kakek Merza posting, jika banyak Kompasianer yang berminat mengetahuinya setelah membaca artikel ini.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H