Penolakan masyarakat terhadap pemakaman kenegaraan bagi Abe terkait dengan hubungan antara anggota parlemen di Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dengan Gereja Unifikasi, yang oleh para kritikus disebut aliran sesat.
Sekitar 20.000 polisi dikerahkan, jalan-jalan di dekatnya ditutup dan bahkan beberapa sekolah ditutup karena Jepang berusaha menghindari kesalahan keamanan yang menyebabkan penembakan Abe dengan senjata rakitan oleh seorang tersangka yang menuduh Gereja Unifikasi memiskinkan keluarganya.
Walaupun banyak masyarakat yang menentang pemakaman kenegaraan ini, tetapi di lain sisi ada begitu banyak orang yang mengantre untuk menawarkan bunga dan banyak pula orang keluar untuk berdoa untuknya. Ribuan pelayat membanjiri tempat-tempat yang ditentukan di dekat tempat upacara pemakaman itu sejak dini hari untuk memberikan penghormatan terakhir mereka.
Dalam beberapa jam, sekitar 10.000 orang telah meletakkan bunga, dengan lebih banyak lagi yang menunggu dalam antrean panjang selama tiga jam dalam panas yang gerah dan tidak sesuai musim.
Pemakaman Shinzo Abe menjadi sebuah upacara yang telah menjadi kontroversial, namun disertai dengan bunga, doa, dan salut 19 senjata yang menghormati.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H