Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Berpengalaman di dunia perbankan sejak tahun 1990. Mendalami change management dan cultural transformation. Menjadi konsultan di beberapa perusahaan. Siap membantu dan mendampingi penyusunan Rancang Bangun Master Program Transformasi Corporate Culture dan mendampingi pelaksanaan internalisasi shared values dan implementasi culture.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Manajemen Risiko dan Kemampuan Beradaptasi pada Lingkungan Kerja Hybrid

23 Agustus 2021   07:13 Diperbarui: 23 Agustus 2021   21:15 849
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Risiko dan Adaptasi  di Lingkungan Kerja Hybrid (File by Merza Gamal)

2. Produktivitas yang menurun.

Eksperimen ad-hoc dengan kerja jarak jauh skala besar selama pandemi mengungkapkan sejumlah manfaat produktivitas. Penelitian menemukan bahwa beberapa bulan setelah pandemi, 45 persen insan perusahaan merasakan bekerja lebih produktif. 

Namun sayangnya, peningkatan itu datang dengan mengorbankan batas kehidupan kerja yang kabur dan meningkatnya gejala kesedihan, kecemasan, dan kelelahan.

Perusahaan mengakui perlunya konektivitas langsung untuk memperbaiki tatanan sosial yang berantakan. Banyak yang mencoba mengimbangi beberapa efek negatif melalui kebijakan dan praktik SDM yang lebih berpusat pada insani. 

Namun, mereka juga mengkhawatirkan penurunan produktivitas dengan model hybrid baru. Untuk mencegahnya, perusahaan dapat berfokus pada pengukuran hasil, bukan hanya input seperti jam kerja yang dicatat oleh insan perusahaan, baik di tingkat individu maupun tim. 

Mereka juga dapat mengembangkan metrik kinerja yang disesuaikan yang bervariasi menurut peran dan fungsi.

3. Ketidakmampuan untuk bereksperimen dan mengulangi.

Tantangan nyata dari model hybrid adalah bagaimana mengelola insan dan proses untuk mendukung insan perusahaan yang sekarang mungkin secara langsung atau jarak jauh pada hari tertentu. 

Kegagalan untuk menangani dengan benar dapat berdampak negatif pada produktivitas, keterlibatan insan perusahaan, dan kesejahteraan, dan, pada tingkat yang ekstrem, memicu peningkatan pergantian insan perusahaan.

Untuk mencegah hal tersebut di atas, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan uji-dan-belajar. Hal ini memungkinkan kemampuan untuk mengeksekusi dan bergerak maju sambil tetap beradaptasi untuk mengubah arah jika diperlukan. 

Di antara perusahaan yang memimpin dalam produktivitas, 16 persen terus mengulangi dan mengubah proses mereka saat konteks berubah, perilaku yang sama sekali tidak ada dalam organisasi yang lamban dalam produktivitas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun