Ketika tak menulis
Membaca menjadi pilihan
Membaca tiap goresan pena dari mereka
Pada bingkai peristiwa.
Seperti dikala hari menjelang siang ini.
Kembali membaca.
Membaca tulisan yang pernah ku tuliskan
membaca nya seraya membaca diri
Apakah tulisan itu mewakili diri ini?
Ataukah hanya berkamuflase.
Baca saja biarkan mata dan otak saling merekam
Jejak peristiwa.
Kemudian kembali bercerita
Meski tak tertuliskan.
Di luar sana begitu banyak kisah
Tak lantas semua hanya harus tertuang  dalam ide
Baca saja meski bukan dalam bentuk huruf
Membaca kondisi, situasi dan pahami maksud
Tak usah di daraskan cukup perlahan
Asal maksud dan tujuannya sampai
Hingga bulir-bulir ide mengalir
Imajinasi pun melukis peristiwa
Bila membaca mampu menjawab kerinduanmu
Maka membacalah
Bila dengannya, hatimu tenang membacalah
Bila otak ingin terasah dan terisi
Tak ragu lagi, membaca.
Dalam sendiriÂ
Sunyi, hening
Ruang hati perlu berderu
Pada tarikan nafasÂ
Guman kata mendesis pada sela lidah
Membaca adalah olahraga jiwa
Apatah lagi membaca Kalam ilahi Alqur'anul karim
Menulis lalu membacanya kembali
Ternyata masih banyak diksi yang luput dan keliru
Pun dalam hidup ini tak luput dalam keliru
Tak ayal lagi,Â
Baca dan baca lagi
Meski tak semua bisa terbaca
Efek lama tak menulis
Diam terpekur untuk membaca
Membaca dan menulis telah memikat hatiku.
Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI