Acara dibuat sedemikian rupa dengan harapan tidak menyalahi aturan yang berlaku di tengah pandemi Covid-19 ini. Adapun pihak-pihak penunjang acara  seperti penanggungjawab medis, pembawa acara dan perias pengantin hanya menunggu diluar saja pada saat akad berlangsung. Â
Selepas akad, rangkaian acara pun usai, dan di samping ruang akad disiapkan sedikit ruang khusus untuk membuat dokumentasi foto serta meja prasmanan dengan jumlah porsi yang sangat minimalis, tidak seperti acara pernikahan yang biasanya penuh dengan stand makanan dan foto booth dengan hiruk pikuk kerumunan keluarga dan tamu undangan.Â
Pernikahan kali memang sangat berbeda dengan pernikahan yang biasa kita saksikan, tapi ada satu kesan yang mendalam dari acara tersebut, akad nikah yang hanya dihadiri oleh pihak-pihak yang sangat diperlukan dan pernikahan tanpa resepsi ternyata terasa lebih khidmat dan melegakan. Di satu sisi memang terasa kurang meriah, tapi jika kita ambil sisi positif nya, sangat menenangkan bagi kedua belah pihak karena apa yang di cita-citakan tetap tercapai, namun mereka tidak perlu menyiapkan dana berlebihan karena tidak perlu mengadakan resepsi. Betul-betul kembali kepada aturan yang sangat mendasar.Â
Semoga tulisan ini menjadi cerita yang berkesan dan sangat patut dijadikan pelajaran untuk kita. Bahwa dalam situasi tertentu kita harus rela mengikuti aturan yang ada demi kebaikan bersama. Â Dan yang terpenting adalah apa yang dimaksudkan tetap terlaksana meskipun dengan cara yang berbeda.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H