Ketika kepalamu dipenuhi pikiran-pikiran seperti ini. Jujur saja, menulis setiap hari jadi terasa berat dan tidak lagi menyenangkan.
Yah, tapi apa mau dikata, namanya juga manusia. Pikiran seperti ini bisa lepas kendali.
Sungguh, saya salut dengan penulis yang setiap hari menulis, seperti Pak Irwan Rinaldi Sikumbang, Opa Tjipta, Oma Rose, Pak Bambang Syairudin, Pak HIM, dan rekan Kompasiana lain yang tidak tersebut.
Ya sudahlah, kalau kata orang, "mending kamu berhenti menulis sejenak."
Tapi berhenti bukanlah pilihan
Saya merasakan sendiri, karena berhenti menulis tidak mengatasi "writing anxiety" yang ada malah timbul masalah baru, bernama "writer block".
Kalau berhenti menulis, nantinya akan malas memulai kembali. Ide-ide yang sudah ada pun hilang.Â
Inspirasi hilang, maka terjadilah "writer block."
Ketika mau memulai kembali pikiran yang tidak hilang itu pun kembali muncul.
Setiap kali menulis, pasti akan terngiang, "apakah yang kamu tulis kali ini cukup bagus?", "apakah yang kamu tulis mendapat banyak pembaca?"
Melihat angka statistika, menghancurkan hati. Tapi di sini kita menulis, dengan siapa kita bersaing? Dengan semua yang ada di internet.Â