Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
Lokasi :
Lokasi
SMKÂ Al-Munawwariyyah Bululawang
Lingkup Guruan
Sekolah Menengah Kejuruan
Tujuan yang ingin dicapai
Menumbuhkan Keaktifan Siswa pada Mata Pelajaran Dasar Fashion Desain (DFD)
Penulis
Melina Astri Rahayu
Tanggal
14 Agustus 2022
Situasi:
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik in
Kondisi yang menjadi latar belakang rendahnya keaktifan siswa pada pembelajaran Dasar Fashion Desain antara lain:
Kurangnya keberanian memberikan tanggapan dan menjawab pertanyaan,
Kurangnya pemahaman siswa. Siswa merasa sulit menerima materi
Kurangnya kepercayaan diri bertanya
Faktor internal yaitu motivasi yang kurang untuk mempelajari hal baru yang sulit.
Faktor eksternal yaitu dari lingkungan belajar yaitu : strategi pembelajaran yang kurang tepat. Contoh. Guru kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.
Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena permasahan ini dialami juga pada kelas lain pada program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Sehingga diharapkan selain bisa memotivasi diri saya khususnya dan bagi guru lain pada umumnya.
Peran dan tanggung jawab saya sebagai guru adalah melakukan proses pembelajaran sesuai dengan silabus demi terwujudnya tujuan pembelajaran secara efektif. Selain itu disesuaikan dengan kondisi siswa dan karakteristik mata pelajaran. Dalam melakukan proses pembelajaran harus menggunakan perangkat pembelajaran yang di dalamnya menggunakan model pembelajaran, metode, media pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa bisa tercapai.
Tantangan :
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,
Tantangan yang saya alami saat proses pembelajaran antara lain :
Pemahaman awal siswa sangat heterogen karena mata pelajaran baru
Penyesuaiakan model dan metode belajar yang kurang tepat dengan materi pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran yang belum maksimal dan belum menggunakan TPACK
Soal pada evaluasi masih sedikit yang berbentuk HOTS
Motivasi dan semangat belajar siswa yang masih kurang.
Berdasarkan tantangan di atas, pembelajaran ini melibatkan peran guru dalam hal kompetensi yang dimiliki oleh guru yaitu komptensi pendagogik dan kompetensi profesional.
Keterlibatan dari siswa yaitu keaktifan siswa dalam pembelajaran.
Aksi :
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini
Langkah yang dilakukan adalah :
- Menggunakan model pembelajaran PBL dengan memberikan stimulus yang menarik dan menantang siswa kemudian melakukan pembimbingan secara individu atau berkelompok agar semua siswa dapat dengan mudah menyerap materi yang diajarkan. Prosesnya ketika tahap pembimbingan guru berkeliling ke kelompok-kelompok untuk melihat progres pembelajaran anak kemudian menjelaskan bagian yang belum dipahami siswa, serta memberikan penguatan jawaban siswa. Sumber daya atau materi bisa berupa bahan ajar dari guru atau menggunakan internet.Â
- Penugasan diberikan secara berkelompok sehingga masing-masing individu berperan dalam tugas kelompok. Dan penyelesaikan tugas-tugas saat di sekolah, dengan pertimbangan sarana prasarana di sekolah lebih memadai
- Membuat media pembelajaran power point yang menarik.Â
- Melakukan evaluasi menggunakan pertanyaan HOTS
- Melakukan refleksi terhadap pembelajaran
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut
Pelaksanaan pembelajaran diperlukan persiapan yang matang dengan menggunakan model dan metode yang tepat sesuai dengan masalah yang dihadapi siswa.
Model dan metode yang tepat dalam pembelajaran disertai dengan media yang menarik akan menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa semakin meningkat.
Â
Kondisi awal siswa yang malu memberikan tanggapan dan menjawab pertanyaan, kurangnya kepercayaan diri dalam bertanya dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dapat diatasi dengan melaksanaan model pembelajaran inovatif yaitu PBL. Model pembelajaran PBL efektif diterapkan pada mata pelajaran administrasi sistem jaringan. Hasil akhirnya dapat terlihat dari pemahaman siswa pada materi meningkat dan hasil belajar yang diperoleh juga meningkat.
Â
Respon siswa senang terhadap kegiatan pembelajaran. Selain itu respon positif juga didapatkan dari guru lain dalam mata pelajaran produktif dalam kompetensi keahlian teknik komputer dan jaringan. Hal itu bisa dilihat dari keinginan guru tersebut untuk menerapkan model pembelajaran PBL.
Â
Faktor keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh kemampuan guru dalam menentukan model dan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. Model dan metode yang tepat dalam pembelajaran disertai dengan media yang menarik akan menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa semakin meningkat.
Â
Pembelajaran yang bisa diambil dari keseluruhan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh guru dan siswa adalah guru harus memiliki kreatifitas dalam meningkatkan keaktifan siswa melalui pemilihan model, metode, dan media pembelajaran yang inovatif. Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H