Tepat pada tanggal 26-28 April 2024 saya bersama dengan dosen . dan teman - teman dari kampus UNIVERSITAS PGRI KANJURUHAN MALANG . berkesempatan mengunjungi desa wisata jambuer. desa tersebut bertepatan di Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Desa yang juga dikenal sebagai wisata edukasi ini memiliki banyak sekali kekayaan alam yang dikelolah dengan baik oleh masyarakat setempat.
Sumber Ambya'an merupakan salah satu sumber air yang ada di desa Jambuwer. Ambya'an terletak di dusun Glagaharum. Ambya'an hanya salah satu potensi alam yang ada di Jambuwer.
Bagi masyarakat desa Jambuwer dan khususnya di dusun Glagaharum, sumber "Ambya'an" menjadi penunjang kehidupan masyarakat di sekitarnya. Sebagai pengairan atas lahan pertanian masyarakat, membersihkan tubuh, sampai pada penyediaan kebutuhan air minum masyarakat. Menjadi sumber air yang debit air relatif stabil pada musim kemarau, setidaknya terdapat beberapa kolam sumber air di komplek "ambya'an" ini. Selain sumber air, komplek ambya'an ini sarat degan nilai tradisi.
Desa Jambuwer memiliki keaslian alam yang masih terjaga untuk tetap asri, dan keadaan alam tersebut dimanfaatkan untukdibangun menjadi sejumlah wisata di Desa Jambuwer. Wisata Sumber Ambya'an adalah salah satu destinasi wis ata yang menawarkan sumber air asli yang menyegarkan.
Pada hari Sabtu 27 April 2024.
Kami berkunjung ke rumah Kepala desa jambuwer . Sebagai tokoh masyarakat.

Yaitu bapak Mujiyono dan beliau banyak bercerita tentang sumber air ambya'an. Menurut cerita bapak Mujiyono.
Di sumber ambya'an terdapat rumah kecil (cungkup) yang biasa digunakan warga pada saat acara selamatan bersih desa. Tempat ini juga dipercaya sebagai tempat danyangan, sesuatu yang dipercaya sebagai simbol atau pelindung desa di masa lalu. Ada kemungkinan besar di Ambya'an lah dulu nenek moyang orang Jambuwer pertama kali singgah dan membabat hutan. Karena salah satu alasan suatu daerah bisa ditinggali adalah adanya sumber air.
Jarak dari rumah bapak nya ke tempat tersebut bisa 1 Km .
Di tempat tersebut juga Di pakai punden tempat yg di sakrakal kan masyarakat desa .
Bahwa ada sesepuh atau Dangan yg membau rekso desa.
Itu termasuk nenek moyang dan cikal bakal desa
Plakal Arum dan kerajaan .
Yang d anggap oleh warga setempat
Di pakai punden tempat yg d sakral kan masyarakat desa .
Bahwa ada sesepuh atau Dangan yg membau rekso desa.
Itu termasuk nenek moyang dan cikal bakal desa
Plakal Arum dan kerajaan .
Yang d anggap oleh warga, Namun ini
Tidak bisa di sama-sama kan dengan agama pun ,tidak bisa di jadikan satu.
Pada setiap malam 1 suro . Yang di peringati sebagai hari sakral dan hari memberikan sesajian kepada sesepuh , seperti ayam dan nasi . Dan melakukan makan bersama semua orang warga desa .
Cukup menarik dengan cerita desa jambuwer ini karena menurut saya . Mereka masih menghargai nenek moyang mereka . Dan tinggi nya kerja sama satu sama lain untuk melestarikan budaya dan kebiasaan mereka agar selalu menghargai tempat yang bersejarah bagi warga setempat , agar selalu di kenang dan akan
Di turun kan kepada anak , dan cucu nya nanti di kemudian hari .
Dan saya harap pemerintah harus berperan aktif untuk . Membantu melestarikan budaya desa jambuwer ini.
Saya berharap nanti , saya akan kembali mengunjungi desa dengan penuh cerita yang menarik ini.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI