Meski tidak meninggalkan luka fisik yang terlihat jelas, pelecehan verbal merupakan beberapa bagian bentuk pelecehan yang dilontarkan yang pada akhirnya dapat berujung pada kekerasan fisik ataupun memicu emosi dan tekanan mental pada korban.
Berdasar beberapa hal yang terjadi diatas ini diperoleh hasil bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying dapat berasal dari lingkungan individu, keluarga, kelompok bermain, dan komunitas pelaku intimidasi.
Tindakan ini sangat berhubungan dengan dunia pekerjaan social seperti Pembina remaja , guru, orang tua bahkan para konselor, yang dalam kasus ini dituntut untuk menjadi konselor pribadi remaja bagi pelaku bullying atau perundungan.
Berdasarkan uraian dan pembahasan sehubungan dengan penulisan ini, dan sebagai penutup tulisan ini, maka penulis akan memberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut.
Pertama, Pendidikan agama Kristen dalam keluarga pada umumnya sudah cukup baik dimana keteladanan orang tua yang merupakan hal paling utama dalam mengampuni sangat tinggi sedangkan yang paling rendah adalah pelaksanaan doa keluarga tidak dilaksanakan secara rutin setiap hari sehingga Iman seorang remaja seringkali goyah dan tingkat kesabaran mental anak remaja tidak stabil
Kedua, Karakter remaja,pada umumnya sudah sangat cukup baik dimana tidak berkompromi dengan dosa menjadi paling dominan dan yang paling rendah adalah tanggung jawab remaja dalam menyelesaikan pekerjaan rumah hal ini disebabkan karena komunitas social yang meningkat serta jadwal remaja yang hanya disibukan dengan permainan dan pergaulan sosial
Ketiga, Kristus merupakan fokus utama dalam keluarga dimana orang tua mengajarkan pendidikan agama Kristen kepada remaja sehingga remaja dapat memiliki karakter Kristus dalam kehidupan mereka setiap hari untuk itu para konselor sangat diperlukan sedini mungkin untuk memenangkan iman para remaja yang acapkali luput dari pergaulan.
Oleh karena itu, pengaruh pendidikan agama Kristen dan Pastoral Konseling di keluarga yang memiliki anak remaja sangat diperlukan untuk mempersempit para remaja menjadi actor perundungan atau bullying maupun menjadi korban kasus bullying sehingga tingkat kecemasan keluarga dan remaja semakin berkurang.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI