Aliran Mu'tazilah adalah aliran yang muncul pada abad kedua hijriyah. Aliran ini mengutamakan akal dalam teologi Islam Aliran mutazilah lebih banyak menggunakan kemampuan akal untuk membahas hingga memecahkan masalah-masalah teologi. Oleh karena itu, aliran ini dinamakan kaum rasionalis Islam.
Aliran Asy'ariyyah aliran kalam yang terbuka. Aliran ini menggunakan akal dengan seimbang terhadap wahyu dan tidak berlebihan seperti aliran Mu'tazilah. Asy'ariyyah menganggap bahwa mu'tazilah terlalu menekankan akal hingga berpotensi merusak Islam.
Adanya perbedaan antara Aliran Mu'tazilah dengan Asy'ariyyah, membuat kelompok Asy'ariyyah berlawanan dengan pandangan Mutazilah. Perbedaan ini terletak pada pandangan mereka terhadap sifat-sifat Allah. Aliran Mu'tazilah menganggap bahwa Allah tidak memiliki sifat sifat yang berdiri sendiri. Mu'tazilah menganggap dengan adanya sifat Allah, maka keesaan Allah akan hilang.Â
Berbeda dengan Kelompok Asy'ariyyah, aliran ini meyakini adanya sifat-sifat Allah, seperti pengetahuan, kekuatan, penglihatan, kehendak dan lainnya. Asy'ariyyah berpendapat bahwa, Allah memiliki pengetahuan untuk mengatur alam semesta dan alam semesta ini ada jika Allah memiliki pengetahuan. Allah juga mengetahui melalui pengetahuannya, tetapi pengetahuannya bukanlah identitas zat-Nya karena, Allah bukan pengetahuan itu sendiri, tetapi Allah Yang Mengetahui melalui pengetahuannya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H