Fungsi berikutnya dari daftar fungsi-fungsi manajemen menurut Fayol adalah commanding atau pengarahan. Pengarahan adalah pemberian arahan kepada para anggota untuk bisa mengerjakan tugas masing-masing sesuai dengan yang sudah ditentukan di awal.
Jadi, suatu perusahaan atau organisasi bisa mencapai tujuan dengan adanya kerjasama dari setiap anggota atau karyawan di dalamnya. Supaya karyawan memberi kontribusi terhadap pencapaian tersebut maka perlu diarahkan dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu.
Pembagian tugas kemudian dilakukan, dan nantinya disesuaikan dengan keahlian masing-masing. Hasil pekerjaan kemudian akan saling melengkapi dan kemudian mendorong tercapainya tujuan perusahaan. Jadi, penting untuk memberi arahan agar pelaksanaan tugas masing-masing karyawan tidak tersendat.
4. Controlling
Fungsi keempat dari manajemen menurut Fayol adalah controlling atau pengendalian. Yaitu memberikan arahan kepada para anggota atau karyawan untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan standar atau prosedur yang berlaku.
Prosedur ini dibuat bukan tanpa alasan, tujuannya kemudian secara umum sangat kompleks. Pertama, untuk menjamin keselamatan karyawan saat menjalankan tugasnya demi mencapai tujuan perusahaan. Kedua, untuk meningkatkan dan menjaga kualitas dari produk dan jasa yang dihasilkan.
Selain itu masih banyak lagi alasan yang mendasari disusunnya suatu prosedur atau standar di dalam lingkungan perusahaan atau organisasi. Hal ini menjadi bagian dari manajemen, sebab tanpa adanya standar maka akan susah menentukan kinerja karyawan mana yang sudah baik dan yang belum.
5. Coordinating
Fungsi terakhir adalah coordinating yang juga menjadi poin terakhir dalam fungsi-fungsi manajemen menurut Fayol. Coordinating atau pengkoordinasian adalah menghubungkan dan menyelaraskan semua pekerjaan agar bisa saling bersinergi supaya tidak terjadi kekacauan, bentrok, maupun kekosongan kegiatan.
Koordinasi menjadi penting untuk mampu menghindari masalah dalam pelaksanaan semua tugas dari masing-masing karyawan. Tanpa koordinasi yang baik maka karyawan bisa dalam kondisi bingung ingin mengerjakan apa dan ada resiko kekosongan kegiatan dan bisa juga sebaliknya.
Pembagian tugas yang tidak adil bisa saja membuat satu karyawan panen banyak pekerjaan dan tidak pernah selesai. Namun di sisi lain ada karyawan yang cenderung terlalu santai, sehingga terjadi kondisi pembagian kerja yang tidak merata. Hal ini bisa memunculkan masalah maka perlu dikoordinasikan dengan baik.