Apabila hal ini tidak ditindaklanjuti dengan baik, dikhawatirkan bisa menyebabkan korban menjadi kehilangan kepercayaan dirinya, merasa tidak punya harga diri, dan sulit terbuka dengan orang lain.Â
3. Trauma, depresi dan gangguan mentalÂ
Riset yang dipublikasi oleh Elsevier menunjukkan bahwa perselingkuhan dapat meningkatkan risiko mengalami kecemasan dan depresi akibat stres.Â
Selain itu, Dr. Dennis Ortman, psikolog asal Amerika Serikat, dalam PsychCentral menjelaskan bahwa seseorang yang menemukan bahwa pasangannya selingkuh bisa mengalami trauma.Â
Ortman kemudian menamakan trauma akibat perselingkuhan sebagai Post-Infidelity Stress Disorder.Â
Jika tidak segera ditangani, maka trauma dan depresi ini dapat berujung ke gangguan mental yang lebih serius.Â
Dalam episode kesepuluh siniar Momen Satu Kali, Daniel dan Shesa bercerita tentang drama perselingkuhan yang sedang ramai di jagad media sosial, yaitu "Layangan Putus".Â
Dengarkan episode "Gara-gara Layangan Putus" dari siniar Momen Satu Kali atau episode lainnya di Spotify dan YouTube Sonora FM.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI