Kampanye kesadaran keselamatan dapat diadakan secara reguler untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya standar keselamatan dan peran mereka dalam mendukung kepatuhan operator bus.
Pemerintah juga harus menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung implementasi dan penegakan regulasi keselamatan, termasuk pelatihan dan pengembangan profesional bagi petugas pengawas.
Dengan regulasi yang lebih ketat dan pengawasan yang ditingkatkan, serta penerapan teknologi modern dan pelatihan yang komprehensif, kita dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan dapat diandalkan.
Langkah-langkah ini akan membantu mengurangi risiko kecelakaan, melindungi nyawa penumpang, dan memastikan bahwa perjalanan study tour dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Inspeksi Rutin oleh Pihak Independen
Bus yang akan digunakan untuk study tour harus melalui inspeksi rutin oleh pihak independen, bukan hanya oleh operator bus.
Inspeksi ini harus mencakup semua aspek teknis kendaraan, seperti sistem rem, ban, mesin, sistem kemudi, dan peralatan keselamatan lainnya.
Pihak independen yang melakukan inspeksi harus memiliki keahlian dan sertifikasi yang diperlukan untuk memastikan bahwa kendaraan dalam kondisi layak jalan.
Selain inspeksi teknis, evaluasi terhadap catatan perawatan dan penggunaan bus juga harus dilakukan untuk memastikan bahwa kendaraan selalu dalam kondisi optimal.
Hasil inspeksi harus didokumentasikan dan disertakan dalam laporan yang dapat diakses oleh pihak sekolah dan otoritas terkait.
Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas dapat terjaga, serta memastikan bahwa setiap bus yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan yang ketat.
Lebih jauh lagi, pihak independen harus bekerja sama dengan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas keselamatan transportasi untuk memastikan standar inspeksi yang konsisten dan komprehensif.