3. Biaya pun pasti lebih murah. Kita (maksudnya kaum cewek gituhh) nggak kan dibebani biaya beli bedak, lipstik, tas baru merk Hermes versi KW Tanah Abang, ongkos angkot biaya kos, de el el. Yang cowok juga begitu. Gak kan terganggu dengan keharusan neraktir pacar kalau kebetulan ketemu di kampus tanpa dikehendaki. Irit banget itu pastinya (>_<) . Okelah, itu cuma intermezzo tingkat ngehek saya aja, tapi, kuliah secara online sudah pasti akan banyak memangkas biaya. Pengeluaran kita paling buat bayar kuliah doang, kalau pun ada yang lainya pastilah gak kan semahal kuliah biasa yang tiap minggu kita mesti keluar duit buat fotokopi makalah kita dan pacar. Kita cukup kirim email dan yo wes...tugas pun sampai.
Soal kualitas? Pasti malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya, eh maksudnya, pasti bisa diadulah. Wong yang ngajar sama-sama pakar di bidangnya.
Terakhir, bagi saya, sistem perkuliahan online ini lebih egaliter. Saya yakin mahasiswa setiap kampus online tidak akan merasa lebih hebat atau lebih keren dari mahasiswa kampus online lainya. Semua sama, sebab, semua sama-sama berjuang di jaringan internet wifi gratisan untuk mendapatkan materi kuliah (ha-ha). Setiap mahasiswa sama-sama tidak disayang dosen karena dosennya gak bisa liat si mahasiswa (hehe), dan yang penting, dalam pendidikan online, semua orang, entah dia di Timur atau Barat Indonesia, di kota atau di pedalaman, sama-sama mendapatkan kualitas pendidikan yang setara. Pendidikan online, bagi saya adalah pendidikan yang sangat egaliter
Saya mau bilang selamat datang ya, HarukaEdu (duuh, namamu kok imut banget kayak cewek-cewek JKT48). Saya gak sabar untuk duduk di kelasmu, mendengarkan seorang doktor atau profesor bicara tentang sastra Indonesia dari zaman batu sampai zaman kelambu, aikk...zaman twitter dan facebook yang seru, atau mungkin suatu saat nanti duduk di kelas online HarukaEdu bersama Kang Pepih Nugraha, belajar bagaimana cara bikin Kompasiini, saingannya Kompasiana.
Salam belajar untuk pendidikan Indonesia yang lebih egaliter. Â
Â
Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H