Intinya, ku tak mau ganggu mereka, ku tak mau cari perkara dengan orang lain apalagi mengusili mereka. Lain halnya kalau aku lagi diam-diam lalu diusik-usik, sengaja dipancing-pancing supaya emosi ku meledak-ledak. Itu lain cerita.
Akhir kata, dari lubuk hati yang paling dalam, aku mohon maaf kepada sobatku Sintong Silaban atas kekasaranku. Mohon diterima permohonan maaf ku ini.
Salam damai selalu, jabat erat tanganku.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!