Mohon tunggu...
Maudi IndiraRahmayanti
Maudi IndiraRahmayanti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mempersiapkan Generasi Bangsa yang Berkarakter

20 Desember 2021   15:36 Diperbarui: 20 Desember 2021   15:54 300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pondok Pesantren Mawaridussalam, salah satu sekolah di sebuah kota metropolis dengan input santri yang memiliki latar belakang sosial-spiritual yang beragam. Menjadi sebuah tantangan bagi Pondok Pesantren Mawaridussalam untuk selalu berupaya mencetak generasi bangsa yang berkarakter di tengah gempuran masuknya budaya asing yang semakin tidak terkendali dengan bergesernya jaman. Dengan motto "SUKSES DUNIA AKHIRAT", Pondok Pesantren Mawaridussalam berusaha mewujudkan para santrinya menjadi pribadi yang sukses tidak hanya di bidang akademik, namun juga menjadi pribadi yang berkarakter.

Langkah awal dalam upaya membentuk generasi berkarakter di Pondok Pesantren Mawaridussalam adalah dengan menyusun program yang memberikan dampak pembiasaan perilaku yang positif, terutama pada bidang sosial-spiritual. Selanjutnya dilakukan sosialisasi secara menyeluruh untuk berbagai komponen yang terlibat pada Lembaga pondok, yaitu para santri, pendidik, tenaga kependidikan, pemangku kebijakan, serta keluarga. Hal ini dikarenakan untuk mewujudkan keberhasilan sebuah program, dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak yang mempunyai peran dan fungsi masing-masing komponen tersebut. Monitoring dan evaluasi harus selalu dilakukan sebagai acuan peningkatan kualitas program berikutnya.

Program Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Mawaridussalam

Saat ini, program Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Mawaridussalam mengedepankan pembiasaan-pembiasan positif yang dapat membentuk karakter positif.

Untuk program Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Mawaridussalam yang dilaksanakan adalah :

  1. Menyambut kedatangan para santri, dan para santri memberi salam kepada semua ustadz/ustadzah yang berdiri menyambut kedatangan. Pada proses ini juga dilakukan penertiban kehadiran para santri serta pengecekan tata tertib para santri pada butir kerapian dan kelengkapan seragam yang sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini mengajarkan pada para santri untuk peduli dan menghormati ustadz/ustadzah, juga memiliki karakter disiplin dan tanggung jawab.
  2. Berdoa. Program berdoa awal dan akhir ini mengajarkan pada para santri untuk memiliki karakter spiritual, bahwa kesuksesan hidup adalah atas ijin Allah SWT Yang Maha Esa, sehingga penting memberikan pembiasaan untuk mengawali dan mengakhiri segala sesuatu dengan berdoa sesuai dengan agama islam.Literasi pagi, adalah sebuah program yang membentuk karakter santri untuk memiliki kebiasaan memahami semua informasi dengan menganalisis data, baik secara narasi maupun numerasi, secara manual maupun digital. Hal ini dikarenakan bangsa kita sudah masuk kategori "darurat literasi" (https://new- indonesia.org/indonesia-darurat-literasi/). Fenomena inilah yang menyebabkan banyak terjadinya kerusuhan dan perpecahan internal bangsa karena banyaknya share hoax news/sebaran berita palsu akibat miskinnya kebiasaan membaca dan mencerna informasi yang ada. Untuk mendukung program literasi ini, pondok mendirikan pojok literasi di satu ruangan dengan menyediakan rak buku susun yang akan diisi buku bacaan oleh para santri. Dengan demikian, setiap para santri bisa bergantian satu sama lain untuk bertukar bacaan. Disini para santri diajarkan untuk bertanggung jawab menjaga kerapian dan penyimpanan buku. Dan di akhir pelaksanaan program ini, para santri wajib menghasilkan satu produk sesuai tingkat kelas (puisi/sajak, cerpen, comic streep). Proses ini tentunya mampu menguatkan karakter para santri untuk kreatif inovatif serta tanggung jawab.
  3. Literasi kitab suci, adalah program pengganti literasi pagi yang dilaksanakan setiap hari selasa malam rabu. Pondok berusaha membentuk karakter para santri secara spiritual untuk lebih memahami kitab suci, yang pada akhirnya bertujuan untuk menjadi pengamalan dalam kehidupan sehari-hari, dengan melibatkan ustad/ustadzah yang kompeten, para santri dibimbing untuk bisa membaca Al-Quran dengan pembagian kategori sesuai kemampuan para santri melalui seleksi pemetaan kemampuan membaca Al-Quran.
  4. Program Sholat Berjamaah. Sholat berjamaah ini dilaksanakan secara rutin disetiap hari. Program ini membiasaka para santri untuk taat beribadah. Dengan imam sholat dari para santri sendiri yang diatur secara terjadwal, diharapkan para santri memiliki karakter percaya diri.
  5. Program 4S (Senyum Sapa Salam Santun) dan 5R (Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin). Dengan membudayakan program 4S dan 5R ini diharapkan mampu menguatkan karakter empati-simpati terhadap lingkungan sekitar, sehingga para santri memiliki rasa peduli dan menghargai lingkungan di sekitarnya, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk belajar di pondok ini.
  6. Program Infak Hari Jumat. Program pengumpulan dana sosial setiap hari Jumat ini peruntukannya ditujukan pada dana kematian, bantuan SPP bagi santri yang kurang mampu, serta bantuan korban bencana alam. Dengan menyisihkan sebagian uang saku, peserta didik diharapkan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi.

Saat ini, masih dalam proses penyusunan program pelatihan kerja dengan pihak Disnaker (Dinas Ketenagakerjaan). Program ini diharapkan dapat mencetak para santri berkarakter entrepreneur, memiliki keterampilan dan berjiwa wira usaha. Hal ini diangkat berdasarkan rekam jejak alumni yang tidak semuanya melanjutkan pendidikan akademik lebih tinggi.

Revitalisasi Peran Pondok Dalam Mempersiapkan Generasi Berkarakter

Dengan semakin bergesernya budaya bangsa karena tuntutan teknologi era digital, sudah saatnya pondok merevitalisasi perannya sebagai pencetak generasi cerdas tidak secara akademik saja, akan tetapi menjadi lembaga yang mampu mencetak generasi berkarakter sehingga terwujud bangsa yang berkarakter, kuat dan tangguh. Melalui program-program yang menyentuh segmen spiritual-sosial, Pondok Pesantren Mawaridussalam diharapkan tampil sebagai salah satu lembaga yang mampu mewujudkan terbentuknya bangsa yang berkarakter dengan mencetak lulusan yang memiliki kekuatan karakter "Sukses Dunia Akhirat"

Sumber :

https://www.kompasiana.com/fatiiim/590ff69fa5afbd8508fef994/pentingnya-pendidikan- karakter-dalam-dunia-pendidikanhttps://www.ruangguru.com/blog/pentingnya-pendidikan-karakter-untuk-anakhttps://id.wikipedia.org/wiki/Sekolahhttps://new-indonesia.org/indonesia-darurat-literasi/

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun